LHOKSEUMAWE – Pasangan calon wali kota Lhokseumawe nomor urut 2, Zulkifli-Tgk Amni  berjanji bila terpilih tetap memperhatikan nasib para mantan kombatan GAM di wilayah tersebut.  Ia menilai, eks GAM bukan milik salah satu partai dan  milik kandidat tertentu.

“Kami lahir dari GAM, berjuang bersama-sama saat proses reintegrasi, saya dan Amni dipercaya menjadi juru runding GAM, jadi tidak ada alasan bagi kami untuk tidak meninggalkan garis perjuangan. Walau saat ini kami diusung oleh partai nasional,” ujar Zulkifli alias Doli kepada portalsatu, Kamis 19 Januari 2017.

Menurut guru bahasa Inggris di Pesantren Terpadu Misbahul Ulum Paloh tersebut, dua periode kepemimpinan orang lama di Pemko Lhokseumawe belum bisa memberikan perubahan perekonomian masyarakat bahkan dalam tiga tahun terakhir semakin terpuruk.

“Hancurnya perekonomian akibat defisit ini harus segera berakhir, saatnya kita harus bangkit, GAM milik rakyat dan memiliki visi misi mensejahterakan rakyat, bila yang dulu tidak berhasil. Maka kami berjanji akan  mengusung misi itu merubah Lhokseumawe menjadi lebih baik,” ujar Doli.

Hal sama juga diungkapkan calon wakil Tgk Amni, dirinya sudah sipa menjalin hubungan dengan siapa saja bila dipercaya memimpin Kota Lhokseumawe di periode ini. Terutama kelompok eks GAM, karena perdamaian yang sedang dinikmati masyarakat tidak terlepas dari perjuangan para eks kombatan.

“Saya dan Doli sangat paham apa yang terjadi saat ini, masih banyak mantan kombatan yang belum mendapatkan haknya sebagaimana yang termaktub dalam MoU Helsinki, kami memiliki peran dalam proses damai. Oleh sebab itu, misi kami tetap memimpin Lhokseumawe untuk mensejahterakan rakyat dan memberikan hak-hak para pejuang  sesuai perjanjian damai,” pungkasnya.[]

Laporan Munir