Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tetap melanjutkan prosesi pelantikan Ade Komarudin sebagai ketua DPR meski ada hujan interupsi. Pelantikan diwarnai teriakan sahut-sahutan interupsi.…
Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tetap melanjutkan prosesi pelantikan Ade Komarudin sebagai ketua DPR meski ada hujan interupsi. Pelantikan diwarnai teriakan sahut-sahutan interupsi.
Di Paripurna yang berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2016), anggota F-Golkar Dave Laksono sempat menyerahkan bukti bahwa kubu Agung sudah mengirim surat ke pimpinan DPR. Surat lalu diterima oleh Fahri.
Anggota F-NasDem Johnny G Plate juga sempat meminta agar prosesi pelantikan ditunda, dan ada rapat bamus lagi saat diskors. Namun, Fahri tetap melanjutkan.
Fahri mempersilakan ketua MA untuk masuk, namun hujan interupsi terus datang.
“Ketua, ketua interupsi,” teriak sejumlah anggota.
“Pelantikan ketua DPR 2014-2019 sesuai hasil keputusan paripurna mengenai pergantian jabatan ketua dari fraksi golkar, pengganti Setya Novanto, yaitu Ade Komarudin,” ucap Fahri.
“Tidak demokratis!” teriak yang lain. Mayoritas penolakan datang dari kubu Agung, di antaranya Dave Laksono dan Azhar Romli.
Fahri tetap meminta Setjen mempersiapkan pelantikan. Anggota F-PD Ruhut Sitompul pun sempat naik ke atas podium untuk menenangkan kegaduhan.
“Jangan dimatikan mic-nya. Rekan-rekan, mari Hormati partai lain. Kita percayakan ke Fadli Zon, Fahri Hamzah, Agus, Taufik, jangan paksakan kehendak. Saya mohon. Mau tidak lembaga kita dihormati? Kita hormatilah, apalagi sahabat kita PDIP lagi rakernas. Tolonglah please,” ucap Ruhut.
Fahri sempat menawarkan agar pimpinan DPR dan Ade Komarudin bertemu dulu di ruangan belakang ruang rapat paripurna, namun tidak jadi. Ade Komarudin tetap dilantik di rapat paripurna.
Gaduh
Sebelumnya diberitakan, paripurna DPR hari ini sangat gaduh. Anggota berebutan ingin interupsi menolak agenda pelantikan ketua DPR sehingga ramai, yang juga ditambah suara mikrofon yang bermasalah hingga akhirnya sempat mati.
Dalam paripurna di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2016), interupsi dimulai oleh anggota F-Golkar Azhar Romli. Lalu, politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul ikut interupsi, namun suara dari mikrofon sudah mulai terganggu.
Suara Ruhut yang interupsi dengan berapi-api terdistorsi dengan mikrofon yang bermasalah. Sehingga, apa yang disampaikan Ruhut menjadi tidak terlalu jelas.
Anggota-anggota lainnya, di antaranya anggota F-NasDem Johnny G Plate dan anggota F-Golkar melchias Markus Mekeng. Suara rebutan interupsi yang sahut-sahutan ditambah suara mikrofon yang belum baik membuat suasana sangat gaduh.
“Ini di sistem mikrofon yang baru sebenarnya langsung terdaftar,” kata Fahri yang memimpin paripurna, membenarkan bahwa mikrofon ini masih baru.
Setelah interupsi dari Ruhut, Fahri menegaskan bahwa ketua DPR yang baru akan bersilaturahmi dengan anggota DPR. Namun, begitu Fahri menyebut nama Ade Komarudin sebagai ketua DPR, para anggota langsung gaduh lagi.
“Ketua DPR yang baru Ade Komarudin akan bertemu dengan kita semua,” ucap Fahri.
Suara gaduh –antara berebutan untuk interupsi dan suara mikrofon yang buruk– langsung memenuhi ruang paripurna. Lalu, tiba-tiba semua mikrofon mati.
Insiden mikrofon mati ini berlangsung sekitar 3 menit. Suasana yang tadinya gaduh, lalu menjadi hening. Anggota yang mau interupsi pun tidak bisa bersuara karena tidak ada mikrofon.
Sejumlah protokoler lalu mencoba menangani situasi, akhirnya mikrofon di meja pimpinan DPR dan beberapa meja anggota di bagian belakang menyala. Saat itu, sudah ada satu anggota F-Golkar yang ingin menyampaikan interupsinya, yaitu Melchias Markus Mekeng. Mekeng diminta naik ke podium untuk menyampaikan interupsi.
Di saat mikrofonnya sudah menyala, Fahri Hamzah sempat berkomentar. Dengan adanya insiden mikrofon ini, maka DPR akan lagi-lagi disorot.
“Setelah parfum ruangan, toilet, lalu mic ini,” uar politikus PKS ini.[] Sumber: detik.com