BANDA ACEH – Organisasi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh merupakan lembaga otonom yang tidak memiliki kaitan hirerarki dengan organisasi otonom Muhammadiyah yang lain. Hal ini disampaikan oleh Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Aceh, Munawarsyah, S.Hi, melalui siaran persnya menyikapi pemberitaan sejumlah kader Muhammadiyah yang menuding adanya manipulasi dalam pemilihan pemilihan PW Pemuda Muhammadiyah, Jumat, 9 Oktober 2015 malam.
“Karenanya, PC IMM Banda Aceh dan Aceh Besar secara hierarki tidak dalam posisi menerima atau menolak pelantikan tersebut,” ujar Munawarsyah, S.Hi, Senin, 12 Oktober 2015.
Dia mengatakan persoalan dalam Musyawarah Wilayah 16 Pemuda Muhammadiyah Aceh sudah selesai secara hierarki dan ketentuan organisasi. Hal ini dibuktika dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Nomor 1.5/671/1436 Tanggal 21 Agustus 2015 tentang Penetapan Susunan Personalia Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh periode 2014-2018.
“SK PP Pemuda Muhammadiyah tersebut di atas, selain menetapkan personalia kepengurusan juga memberikan hak dan kewajiban untuk menjalankan tugas-tugas kepemimpinan yang melekat pada jabatannya,” katanya.
Dia mengatakan SK PP Pemuda Muhammadiyah tersebut adalah penegasan yuridis dan menjadi legalitas organisasi yang menjawab semua persoalan, yang dipersoalkan dalam Muswil maupun pasca Muswil.
“Untuk itu, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh periode 2014-2018 menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh sebagian adik-adik kami yang mengatasnamakan PC IMM Banda Aceh dan Aceh Besar tidak memiliki landasan kuat yuridis organisasi, dan tidak memiliki keterkaitan secara hierarki organisasi otonom, antara IMM dengan Pemuda Muhammadiyah,” ujarnya.
Dia mengatakan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh mengajak semua Ortom Angkatan Muda Muhammadiyah untuk mengambil posisi yang tepat dalam persoalan ini dan menjunjung tinggi hierarki dan ketentuan organisasi.
“Ortom di Muhammadiyah, mulai dari Pemuda Muhammadiyah, IMM, IPM, Nasyiatul Asyiah masing-masing memiliki hierarki kepemimpinan organisasi yang otonom dan berdiri sendiri, serta tidak saling determinan. Mari kita menjaga ukhuwah sesama kader Angkatan Muda Muhammadiyah,” katanya.[](bna)