Warga mengaku kecewa karena hingga saat ini boat maupun tenda dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara belum juga tiba.
LHOKSUKON Masyarakat pedalaman Aceh Utara di Desa Buket Linteung dan Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, mengandalkan sampan sebagai alat transportasi untuk mengarungi banjir yang menerjang kawasan tersebut sejak Kamis, 22 Oktober 2015 pukul 16.00 WIB.
Empat unit sampan milik warga yang dioperasikan tersebut digunakan untuk mengangkut alat memasak, hasil tani, ternak, anak-anak dan lansia, sepeda motor dan lainnya.
Amatan portalsatu.com di lokasi, tidak hanya orang dewasa yang menggunakan sampan untuk mengarungi banjir. Anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) pun mahir mengayuh sampan.
Sementara ketinggian air di badan jalan desa bervariasi hingga mencapai dada orang dewasa.
Kami hanya punya empat sampan milik warga. Sampan ini tidak disewakan, sehingga bisa digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan. Di sini kami bahu-membahu membantu sesama yang membutuhkan, kata Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Buket Linteung, Muktar yang ditemui di lokasi.
Di lain pihak, warga mengaku kecewa karena hingga saat ini boat maupun tenda dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara belum juga tiba.
Banjir sudah pasang surut, tapi bantuan dari BPBD tak kunjung tiba. Simpan saja boat dan tenda itu di kantor, mungkin nanti akan berguna bagi petugas di sana. Bantuan logistik dari Pemkab Aceh Utara hingga saat ini juga belum tiba. Padahal sebagian warga sudah mengungsi, kata warga lainnya.[](bna)