JAKARTA Salah seorang wartawan cilik menanyakan tentang masa kecil Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil yang pernah berjualan telur di kampung halamannya. Lantas, apa jawaban…
JAKARTA Salah seorang wartawan cilik menanyakan tentang masa kecil Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil yang pernah berjualan telur di kampung halamannya. Lantas, apa jawaban Menteri Sofyan yang merupakan putra Aceh Timur itu?
Melansir laman resmi Kementerian PPN/Bappenas, Menteri Sofyan Djalil menerima tiga tamu spesial di ruang kerjanya, Rabu, 16 Desember 2015. Ketiganya adalah reporter cilik media anak dari Media Indonesia, yakni Agreeardi (11 tahun) dari SDN Julang Bogor, Faiza Safaturaya (10 tahun) asal SD Global Islamic School Jakarta dan Aksila Indah Nurfiyani (9 tahun) murid SDN Kampung Bambu Tagerang. Hasil wawancara ini akan dimuat dalam artikel dan buku tentang para pemimpin, yang akan dibagikan ke sekolah-sekolah.
Ketiganya menanyakan beragam pertanyaan untuk Menteri Sofyan, termasuk mengenai masa kecilnya. Bagaimana masa kecil Bapak dulu, apakah benar dulu Bapak berjualan telur? tanya Agreeardi, yang disambut tawa dari Menteri Sofyan.
Sofyan kemudian menceritakan masa kecilnya, yang memang dekat dengan alam. Saya dulu lahir dan besar di desa. Main ke sawah, saat sore ngangon kerbau, juga memelihara bebek yang saya jual telurnya, ujarnya.
Masa kecilnya yang bahagia ini, ujar Menteri Sofyan, sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadiannya di masa depan.
Selain hal ini, para reporter cilik juga bertanya tentang peran Kementerian PPN/ Bappenas dalam pembangunan nasional. Kementerian PPN/ Bappenas tidak bekerja sendirian, tapi melibatkan kementerian lain. Kami bekerja menerjemahkan visi Presiden, yakni Nawacita, ujar Menteri Sofyan. Ia juga menyebutkan, selama tiga bulan menjabat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas, salah satu fokus utamanya melakukan perbaikan sistem yang selama ini berjalan.
Dalam interview sekitar 20 menit itu, Menteri Sofyan juga berpesan agar para reporter cilik ini belajar dengan baik untuk masa depan mereka. Karena suatu saat nanti generasi kalianlah yang akan memegang negara ini, ujarnya.
Melansir wikipedia.org, Dr. Sofyan A. Djalil, SH, MA, MALD, lahir di Aceh Timur, 23 September 1953. Sofyan berasal dari keluarga sederhana di Peureulak, Aceh Timur. Karena dia sadar kemampuan ayahnya yang tukang cukur dan ibunya yang guru ngaji, Sofyan saat kecil mencari uang dengan menjual telur itik di daerahnya.
Sejak dewasa, dia pindah ke Jakarta, dan sempat menjadi penjaga masjid di Menteng Raya 58 dan kondektur metromini. Pada saat itu juga ia terlibat dalam aktivitas kegiatan kemasyarakatan sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII). Seiring perjalanan waktu, dengan kegigihan yang dimiliki Sofyan, akhirnya dia bisa kuliah di Universitas Indonesia, dan suatu ketika berkenalan dengan Ratna Megawangi dari IPB Bogor, sampai mereka menjalani kehidupan keluarga dan kuliah di Amerika.
Sofyan pernah menjabat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya dari Oktober 2004 hingga Mei 2007 ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika dalam kabinet yang sama. Pada 26 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015, ia dipilih menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Kabinet Kerja periode 2014-2019 oleh Presiden Jokowi. Selanjutnya ia digantikan Darmin Nasution pada perombakan Kabinet Kerja.[] (idg)