IDI RAYEUK – Nurdin bin Ismail alias Din Minimi mengatakan, ia dan kelompoknya memutuskan 'turun gunung' atau kembali ke masyarakat untuk membersihkan diri dari prasangka buruk publik yang selama ini kerap dialamatkan pada mereka sebagai pelaku kriminal.
Lima tahun saya sudah dalam hutan jadi saya hari ini bukan menyerah, tapi kami hari ini kembali kepada masyarakat untuk membersihkan diri, kata Nurdin saat diwawancarai portalsatu.com, di rumah ibunya di Gampong Ladang Baro, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Selasa, 29 Desember 2015.
Nurdin menegaskan, meski kelompoknya sudah kembali ke masyarakat, namun ia tetap berkomitmen pada tuntutan yang selama ini mereka suarakan.
Walaupun senjata kami hari ini tidak ada lagi, yang jelas tuntutan kami pada Pemeritah Aceh harus segera menuntaskan janjinya, seperti membantu korban konflik, anak yatim, kata Din.
Selain itu Din minimi mengatakan dirinya bakal kembali lagi beraktivitas seperti masyarakat biasa lainnya sesuai dengan profesi dan keahlian yang dimiliki masing- masing anggotanya.
Nyoe ka takembali lage biasa lom, tapubuet sama sama ngon masyarakat, yang u gle jak meukubon, dan pue lom lage long jeut bacut bacut ba moto beko, ya lage biasa lom laju,(ini sudah normal seperti biasa kembali, kita bekerja seperti masyarakat lainnya, yang ke ladang pergi berkebun, apalagi seperti saya sedikit-sedikit bisa mengemudikan beko, ya seperti biasa kembali) kata Din Minimi.[] (ihn)