MEUREUDU – Mengaku ingin memeluk agama Islam, Fer, 35 tahun, warga Medan dilaporkan mencuri empat hand phone (HP) santri Dayah Babul Khairat, Gampong Raya Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Selasa, 15 Desember 2015, sekira pukul 05.30 WIB.
Pimpinan Daya Babul Khairat, Teungku Abdullah Musa (Abu Cumbok) kepada wartawan, Rabu, 16 Desember 2015, mengatakan, empat santri dayah itu kehilangan HP merek Samsung Galaxy, usai salat subuh di musalla. “Ketika mereka kembali ke bilik, HP sudah hilang.
Mungkin pelaku beraksi saat para santri salat berjamaah di musalla,” terang Abdullah yang menduga pencurian itu dilakukan Fer.
Kronologis kejadian, menurut Abdullah, berawal saat dayahnya didatangi Fer, Senin (dua hari lalu). Pemuda itu mengaku nonmuslim dan ingin memeluk Islam. “Dia meminta saya untuk membimbingnya memeluk Islam. Tanpa ada curiga apapun saya menyambut baik niatnya itu, dan malamnya disaksikan para santri, saya membimbing dia bersyahadat,” katanya.
Abdullah lantas memperlakukan pemuda itu seperti keluarganya sendiri, bahkan diizinkan menginap di dayahnya. “Kita tidak curiga jika dia berpura-pura masuk Islam sebagai modus untuk mencuri,” ujarnya.
Menurut dia, pemuda itu menghilang bersamaan dengan hilangnya HP milik empat santri dayah itu. Kata Abdullah, ciri-ciri pelaku berbadan ramping, hidung pesek, muka berjerawat, rambut tegak dan kulit merah.
Sejauh ini, Abdullah belum melaporkan kejadian itu kepada polisi, karena ia sedang berada di Banda Aceh. “Insyaallah, sekembali saya dari Banda Aceh akan saya laporkan ke Polsek,” ujarnya.[]
Laporan Zamah Sari