SIGLI – Seorang ibu hamil, Ummi Salamah, warga Gle Gapui Kecamatan Indrajaya, dan janin dalam kandungannya meninggal dunia di Rumah Sakit Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie, Senin, 16 Mei 2016, sekira pukul 14.30 WIB. Hal tersebut diduga akibat tidak ditangani secara serius oleh dokter.
Suami almarhumah, Mustafa Nyakcut (42), mengatakan, ia membawa istrinya ke RSU Chik Ditiro,Minggu, sekira pukul 19.00 wib. Saat itu istrinya langsung masuk ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Setelah ditangani di IGD, istri saya dibawa masuk ruang rawat inap oleh petugas, ceritanya kepada portalsatu.com, Selasa, 17 Mei 2016.
Senin pagi, lanjut Mustafa, istrinya merasa sakit di bagian pinggang, sehingga meminta segera dioperasi. Sekira pukul 09.00 wib, Mustafa menanyakan kepada petugas ruangan, kapan dioperasi istrinya. Dari petugas, dia mendapat jawaban, pasien tidak perlu dilakukan pembedahan lagi karena akan lahir secara normal.
Lon tanyeng, pajan operasi dilakukan, petugas peugah, hana payah operasi karena pinto ka teubuka, bayi akan lahir secara normal, kata Mustafa mengulangi perkataan petugas medis.
Dari pukul 9.00 wib, Mustafa menunggu hingga pukul 14.00 wib. Istrinya terus menahan sakit, tetapi anaknya belum lahir juga. Ia mulai resah ketika melihat kondisi istrinya semakin parah dan pingsan.
Akhirnya istri saya meninggal dunia pada pukul 14.30 wib tanpa dilakukan pembedahan, kata Mustafa.
Mustafa sangat menyesalkan kejadian yang menimpa istrinya lantaran pelayanan rumah sakit milik pemerintah itu tidak maksimal. Memang ajal itu di tangan Allah, tetapi saya sangat sesalkan dengan tidak ditangani secara serius istri saya, sehingga nyawa istri dan anak saya melayang, ujarnya.
Terkait kematian ibu dan anak itu, Direktur Rumah Sakit Umum Chik Ditiro, dr. Muhammad Ridha Faisal kepada sejumlah wartawan, Selasa, 17 Mei 2016, mengatakan, dirinya belum bisa menjelaskan tentang kasus tersebut. Pasalnya, semua dokter yang menangani pasien termasuk rekam medis belum ada di tangannya.
Besok aja kita gelar keterangan pers, karena saat ini belum ada rekam medis sama kita, kata Ridha.[](tyb)