SIGLI – Diduga akibat kualitas pekerjaan rendah, talud saluran pembuang Pasar Pante Teungoh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, ambruk 20 meter saat hujan pekan silam.

Ambruknya talud saluran pembuang yang dibangun akhir tahun lalu sumber dana APBA 2014, menurut keterangan Geuchik Desa Pante Teungoh Karmidi kepada portalsatu.com Sabtu, 5 Desember 2015, karena tidak ada galian pondasi dan pondasinya juga tanpa dilengkapi besi.

“Bangunan terkesan dibuat asal jadi, selain tidak digali pondasi, juga tidak ditimbun pada pasangan batu, sehingga tanggulnya roboh tertimbun saluran,” kata Karmidi di lokasi proyek itu.

Saat dikerjakan proyek itu, kata Karmidi, pihaknya pernah menanyakan kepada rekanan tentang tidak ada galian pondosi dan timbunan pengaman talud. Kata dia, pihak rekanan mengaku ada timbunan, padahal hingga talud itu roboh tidak ada timbunan, “Bisa lihat sendiri, kan tidak ada pondasi, juga timbunan,” ujarnya sembari menunjukkan talud yang sudah ambruk.

Saat ini, warga setempat mengaku sangat resah akan terjadi banjir jika hujan turun. Pasalnya, saluran itu sudah tertimbun beton bangunan yang ambruk.

“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah antisipasi agar warga tidak risau akan banjir, karena saluran pembuang tidak berfungsi. Juga kepada rekanan diberi teguran agar ke depan tidak lagi mengerjakan proyek yang terkesan asal jadi,” ujar Karmidi yang mengaku saat ini warga menuding dirinya terlibat dalam pembangunan itu.[]

Laporan Zamah Sari