TAKENGON – Akhir pekan ini Aceh Tengah mendapat kunjungan Syaikh Ahmed Taufek Mahmud El Hajj asal Palestina. Kunjungan Syaikh dalam rangka mengisi Tabligh Akbar di Mesjid Agung Ruhama Takengon sekaligus penggalangan dana dari jama'ah yang dikoordinir oleh pengurus Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP).
Menjelang sore hari, Sabtu, 11 Juni 2016 Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin (Pak Nas) lantas mengundang Syaikh Ahmed ke pendopo setempat untuk bersilaturrahmi sekaligus melaksanakan buka puasa bersama.
Di sela berbuka, banyak terlontar dialog-dialog ringan di antara kedua tokoh ini, tentunya pembicaraan tersebut difasilitasi oleh seorang penerjemah dari KNRP.
“Sudah berapa lama di sini,” ujar Pak Nas membuka pembicaraan.
“Dua hari lalu tiba di Jakarta langsung ke Banda Aceh, dan dari Banda langsung menuju Takengon menggunakan jalur darat,” jawab Syaikh.
Menurutnya selama berada di Aceh, rakyat Aceh sangat istimewa, dan Syaikh menilai masyarakat Muslim di ujung pulau Sumatera itu sangat cinta rakyat Palestina, hal tersebut dibuktikan dengan donasi yang mengalir sangat besar selama ini.
Lalu Pak Nas kembali bertanya,”Bagaimana puasa warga Muslim di Palestina?” Pertanyaan ini langsung dijawab oleh Syaikh,” Alhamdulillah lancar, selama Ramadan kami seperti mendapat berkah, banyak makanan datang dan ikan juga mudah didapat.”
“Selama puasa apa ada gangguan dari Israel,” Pak Nas kembali bertanya. Menurut Syaikh selama Ramadan tetap ada gangguan dari Zionis, walaupun Masjidil Aqsa diberi keringanan untuk salat yang selama ini sulit bagi rakyat Palestina.