TERKINI
NEWS

Di Aceh, Ketua Dewan Pers: Indonesia adalah Ladang Media Abal-Abal

BANDA ACEH - Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo akrab disapa Stanley mengajak masyarakat untuk membangun dirinya sendiri dan memiliki ketahahanan guna mencegah dan memerangi berita-berita…

DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 1.7K×

BANDA ACEH – Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo akrab disapa Stanley mengajak masyarakat untuk membangun dirinya sendiri dan memiliki ketahahanan guna mencegah dan memerangi berita-berita yang tidak bermanfaat, terutama godaan pemberitaan teroris dari media-media yang tidak benar.

“Kami Dewan Pers mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk melakukan verifikasi terhadap perusahaan-perusahaan pers, karena kita tahu Indonesia ini adalah ladang subur munculnya pers abal-abal,” kata Stanley dalam kunjungannya ke Kompas TV di Gedung SerambiNews, di Desa Meunasah Manyang, Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu, 9 Agustus 2017.

Stanley menyebutkan, di Indonesia ada 47 ribu media, di antaranya 2.500 media cetak. Namun, yang terdata di Dewan Pers hanya sekitar 500-an saja. Media online ada 43.500, yang terdaftar di Dewan Pers hanya 198 media online.

“Sisanya kita tidak tahu dengan nama macam-macam. Ada media yang namanya KPK, Buser, Bhayangkara, BNN, bahkan BIN,” kata Stanley.

Dewan Pers akan melakukan verifikasi media massa untuk disampaikan kepada masyarakat tentang media-media yang benar.

Hadir pada acara kunjungan tersebut Ketua Forum Koordinasi Pencegahaan Terorisme (FKPT) Aceh Prof. Yusny Saby, anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Willy Pramudya, pengurus FKPT Aceh Mukhlisuddin Ilyas. Sementara perwakilan Kompas TV, hadir Mohd. Din, Yarmen Dinamika, dan Arif Ramdan.[]

SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar