LHOKSEUMAWE – DPRK Aceh Utara menilai sektor pertanian termasuk perikanan masih menjadi “anak tiri” dalam pembangunan yang dijalankan pemerintahan setempat.

“Lambatnya pertumbuhan di sektor pertanian dan nelayan (perikanan), tentu saja semakin menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tidak memiliki grand design dalam memajukan sektor ini,” ujar Zulfadli A. Taleb membacakan Laporan Gabungan Komisi DPRK dalam rapat paripurna pengesahan Rancangan APBK 2016 di gedung dewan setempat, Kamis, 17 Desember 2015, sore.

Zulfadli melanjutan, “Selama hampir empat tahun terakhir ini, struktur pertumbuhan dan pembangunan Aceh Utara masih sangat ‘konservatif’, tidak ada terobosan kebijakan yang progresif yang lebih berpihak pada para petani  dan nelayan”.

Dewan meminta Bupati Aceh Utara ke depan perlu ada perubahan yang cukup radikal dan progresif dari kebijakan pembangunan untuk merubah struktur pertumbuhan ekonomi yang masih timpang tersebut.

“Masukan dan dorongan untuk memberikan perhatian lebih kepada sektor pertanian dan nelayan yang menjadi tambatan penghidupan hampir 80 persen penduduk Aceh Utara telah banyak diberikan. Namun langkah nyata untuk itu belum terwujud.  Indikator makro yang cenderung baik, tidak boleh membuat kita terlena dari hakekat pembangunan yang harus menyentuh masyarakat mayoritas ini,” kata Zulfadli.[]