BANDA ACEH – Salah satu anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi, mengatakan produk media massa yang ada sekarang bisa diibaratkan sebagai senjata. Berbeda produknya maka berbeda pula senjata yang dianalogikan.
Ia bercerita mulai dari media cetak. Menurut Imam media cetak seperti koran, majalah, tabloid atau produk berbentuk cetak lainnya itu mirip dengan senapan.
“Produk cetak itu hanya dibaca oleh orang yang bisa membaca,” ucapnya sembari memperlihatkan video orang yang sedang menembak sebuah target, dalam seminar pedoman peliputan terorisme di Banda Aceh, Kamis, 8 September 2016.
Ia menjelaskan dampak media cetak hanya bagi mereka yang membaca saja. Berbeda dengan radio yang juga terdengar oleh orang sekitar dan memiliki dampak lebih luas.
“Nah kalau radio itu semacam artileri. Dampaknya lebih luas,” ucap Imam menunjukan video selanjutnya yang menampilkan sebuah tank sedang menembak.
Akan tetapi, ia menjelaskan, televisi memiliki dampak lebih luas. Maka televisi pun diibaratkan sebuah torpedo atau roket luncur yang bisa menghancurkan sebuah bangunan.
Dalam taraf lebih luas ternyata ada satu senjata lagi yang memiliki dampak cukup hebat. Itu adalah bom atom. Ia mengatakan dampak dari bom atom sangat luas dan sangat lama.
“Nah kalau media online atau media siber itu seperti bom atom, dampaknya itu sangat luas,” katanya.
Bukan tanpa alasan, ia mengatakan dampak dari media siber itu cukup lama karena dapat diakses kapan pun dan oleh siapa pun.
“Berita itu kadang sudah lama tapi ketika dishare lagi maka dampaknya tak hilang. Belum lagi informasi itu tidak hilang dalam dunia maya,” kata dia.[](bna)