ANKARA Kepala Departemen Agama di Turki, Mehmet Gormez, mengatakan bahwa Organisasi Teroris Fetullah Gulen (Feto) adalah gerakan kekuasaan untuk diri mereka sendiri dan tidak dapat dikaitkan dengan lslam.
Hal tersebut disampaikan Prof Mehmet Gomez dalam sebuah pertemuan luar biasa selama dua hari. Dihadiri Dewan konsultatif dari para pimpinan Direktorat Urusan Agama, untuk membahas kudeta militer berdarah yang dinyatakan dibuat oleh Organisasi Teroris Fetullah Gulen (Feto).
Pertemuan besar tersebut untuk mencari perspektif agama tentang kudeta 15 Juli.
“Feto / PDY tidak dapat dianggap sebagai lembaga keagamaan. Pemimpin Feto ini Fetullah Gulen tidak dapat dianggap seorang sarjana atau pengkhotbah,” kata Mehmet Gormez, Kamis 4 Agustus 2016, di Ankara.
Gormez merilis sebuah pernyataan di akhir pertemuan, mengatakan para anggota syura membahas kerusakan yang disebabkan oleh Feto tidak hanya kepada Turki dan rakyatnya tetapi juga untuk agama Islam dan komunitas Muslim di dunia.
“Tidak ada seorang pun di dunia ini yang pada posisi 'tidak bersalah dan tidak terbantahkan' yang harus diikuti dalam Islam selain Nabi Muhammad,” kata Gormez.
“Tidak ada seorang pun yang dapat dibenarkan untuk menyatakan dirinya sebagai wakil mutlak Islam dan memerintah orang lain untuk ketaatan total kepadanya (sebagaiman dilakukan Gulen di dalam Feto). Hal ini bertentangan dengan kitab Allah dan Sunnah,” katanya.
Dia mengatakan keputusan direktorat akan dicapai dalam pertemuan dua hari.
“Kami mempertimbangkan apa yang dilakukan Feto / tindakan dan perilaku PDY ini, tentang keberadaan mereka selama 40 tahun mereka, yang dinilai dari buku, laporan, artikel, dan kesaksian para anggotanya,” tambahnya.