BANDA ACEH – Empat perempuan yang dinilai layak disebut sebagai pahlawan karena perjuangannya untuk keluarga, mendapat penghargaan khusus dari Partai Demokrat Aceh. Keempat perempuan ini dinilai berhasil menopang ekonomi keluarga, sekaligus pekerja keras untuk orang banyak.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Iqbal Farabi menyebutkan, mereka adalah pahlawan Aceh, Partai Demokrat menilai pekerjaan yang mereka lakoni sungguh semangat perempuan pejuang.
“Kita memberi apresiasi dan penghargaan tinggi kepada ibu-ibu kita ini. Sungguh mereka luar biasa,” ujar Iqbal Farabi.
Keempat perempuan yang berhasil masuk dominasi “perempuan pejuang” versi Partai Demokrat Aceh tersebut adalah Farah, Ummi Sakyan, Aisyah dan Farina.
Farah, 47 tahun, berprofesi sebagai tukan becak. Selain mencari penumpang dengan berkeliling, Farah juga mempunyai langganan khusus antar jemput anak SD. Farah mengatakan, ia bekerja keras untuk menghidupi anak semata wayangnya yang saat ini masih SD. Perempuan tangguh ini tinggal di Kampung Laksana, Banda Aceh.
Selanjutnya Ummi Sakyan, perempuan berusia 65 tahun ini sehari-hari bekerja dengan berjualan jambu, kelapa dan dedak di pasar Peunayong, Banda Aceh. Ummi Sakyan dinilai layak disebut sebagai pahlawan perempuan karena hidup mandiri di hari tuanya. Perempuan sepuh ini tinggal di Lamteuba Keupula, Cot Keueng, Aceh Besar.
Sedangkan Aisyah, 52 tahun, sehari-hari berjualan koran di Simpang Lima Banda Aceh sejak 2010. Ia memiliki enam anak, empat orang sudah menikah. Dua lainnya masih SMP dan akan masuk ke perguruan tinggi. Untuk membiayai anak-anaknya, selain berjualan koran Aisyah juga melakukan pekerjaan mencuci pakaian. Dia tinggal di Perumahan Neuheun, Ujong Batee, Aceh Besar.
Terakhir Farina, 53 tahun, yang bekerja sebagai petugas kebersihan di Kota Banda Aceh. Ia juga merawat taman kota di belakang rumah susun di Merduati, Banda Aceh. Farina tinggal di Gampông Peulanggahan, Banda Aceh. Selain sebagai pahlawan keluarga ia juga dinilai sebagai pahlawan bagi masyarakat karena pekerjaannya.[]