LHOKSEUMAWE – Puluhan mahasiswa berdemo di halaman kantor Bupati Aceh Utara di Jalan T. Hamzah Bendahara, Lhokseumawe, Rabu, 20 Januari 2016, sekitar pukul 10.00 WIB.  Aksi mahasiswa tersebut untuk menuntut Bupati Aceh Utara menuntaskan persoalan pelayanan di Pelabuhan Internasional Samudra Pase, Krueng Geukueh, Aceh Utara.

“Tuntaskan mafia-mafia yang bermain di pelabuhan itu (yang berpotensi menghambat kegiatan ekspor-impor),” kata Zahri, salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Mahasiswa mendesak Bupati Aceh Utara segera memanggil pihak Bea Cukai dan PT Pelindo untuk kemudian bersama DPRK, pelaku ekspor-impor, cendikiawan dan mahasiswa membahas permasalahan pelabuhan itu.

“Aceh pernah jaya dengan rempah-rempah yang kita miliki. Saat ini, Aceh kaya sumber daya alam, banyak komoditi (komoditas) unggulan yang bisa diekspor, tapi kenapa saat ekspor perdana kemarin hanya komoditi-komoditi biasa saja seperti daun nipah. Ada apa dengan pelabuhan internasional itu,” ujar Zahri.[] (idg)