Efek pemanasan global membuat salju di kutub mencair. Tiap tahun permukaan air laut naik 1-3 mm. Artinya hanya dalam waktu 100 tahun, permukaan laut naik menjadi 30 cm. Tak ayal beberapa kota di dunia terancam tenggelam. Namun sampai saat ini masih manusia banyak melakukan aktivitas yang makin mempercepat pemanasan global.
Berikut kota-kota yang diperkirakan segera tenggelam itu:
1. Venesia
Kota indah yang berada di jantung kota Italia ini pada akhir tahun 2012 mengalami banjir yang hebat. Hampir seluruh kota terendam air. Banjir yang sangat besar ini disebabkan oleh derasnya hujan dan angin yang melanda kota itu. Sekitar 70% daratan di kota ini terendam dengan kedalaman 1,5 meter.
Banjir itu merupakan salah satu indikator, kawasan Venesia makin tahun terus tenggelam. Christian Science Monitor bahkan mencatat, kota itu turun permukaan tanahnya sepanjang 30 cm selama 100 tahun terakhir. Meningkatnya ketinggian air di Laut Mediterania menambah besar kemungkinan kota kanal itu segera tenggelam.
2. Shanghai, China
Shanghai, kota yang berada di China ini sebetulnya dulu adalah kawasan rawa-rawa. Namun lama-lama kota ini menjadi populer setelah dibangunnya gedung-gedung pencakar langit untuk tempat tinggal masyarakat di daerah tersebut. Efeknya, tiap tahunnya permukaan tanah di Shanghai turun setengah inchi.
Berdasarkan data PBS, permukaan tanah di Shanghai turun sekitar 2,4 meter hanya dalam waktu 40 tahun. Para ahli memperkirakan, tanah di Shanghai tak mampu lagi menahan beban berat bangunan di atasnya. Diprediksi suatu saat Shanghai akan tenggelam apabila Sungai Yangze meluap.
3. Ho Chi Minh City (Saigon), Vietnam
Kota ini merupakan salah satu kota terpadat di Asia Tenggara. Kota dengan yang cukup berantakan karen macet, tak ada monorel dan tak ankutan umum yang memadai ini diprediksi juga akan segera tenggelam. Hal ini disebabkan makin menurunnya permukaan tanah sehingga membuat daerah ini rawan banjir. Setiap tahunnya, ketinggian banjir meninggi setinggi 2 cm.
4. Bangkok, Thailand
Kota yang ramah bagi LGBT ini juga rentan untuk tenggelam. Kepala Pusat Peringatan Bencana Nasional Thailand, Smith Dharmasaroja telah memperkirakan, jika tak ada tindakan pencegahan yang berarti, dalam waktu kurang dari 80 tahun kota ini akan benar-benar berubah menjadi lautan. Hal ini disebabkan beberapa faktor, mulai dari: perubahan iklim akibat efek rumah kaca, naiknya permukaan air laut, erosi pantai, serta pergeseran tanah. Apalagi Bangkok terletak di lembah yang menyebabkan setiap tahunnya selalu mengalami banjir.