LHOKSEUMAWE - Terpidana korupsi dana hibah yang diterima Yayasan Cakra Donya (YCD) Lhokseumawe dari APBA 2010 senilai Rp1 miliar, Dasni Yuzar langsung mengikuti tadarus di…
LHOKSEUMAWE – Terpidana korupsi dana hibah yang diterima Yayasan Cakra Donya (YCD) Lhokseumawe dari APBA 2010 senilai Rp1 miliar, Dasni Yuzar langsung mengikuti tadarus di musala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) Lhokseumawe pada malam pertama ia menjadi warga binaan, Selasa, 14 Juni 2016.
Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Elly Yuzar dijumpai portalsatu.com, Rabu, 15 Juni 2016, mengatakan sejauh ini kondisi fisik Dasni tampak sehat. Namun, kata dia, Dasni terlihat seperti mengalami tekanan psikologis.
Fisiknya masih terlihat sehat. Laporan petugas jaga malam kepada saya, setelah Dasni Yuzar menghuni Lapas ini. Dia tampak sibuk mengikuti tadarus bersama para tahanan lainnya di mushalla (musala) dalam Lapas. Mungkin banyak beban psikologis yang dirasakannya, apalagi baru perdana masuk penjara. Ya, kita bisa mengerti, kata Elly Yuzar.
(Baca juga: Begini Proses Eksekusi Dasni ke LP Lhokseumawe)
Disinggung apakah sudah ada pejabat yang menjenguk mantan Sekda Lhokseumawe tersebut, Elly menyebutkan sejauh ini belum ada. Setahu saya belum ada pejabat atau koleganya di pemerintahan yang berkunjung ke Lapas, hanya tampak pihak keluargarnya saja, kata Elly.
Saya sempat berbincang dengannya (Dasni), saya hanya memberikan sedikit motivasi agar tetap bisa bertahan. Apalagi menurut informasi yang saya terima, dia mempunyai riwayat penyakit seperti asam urat dan darah manis. Kita berikan nasihat supaya narapidana dimaksud tetap tabah dalam menjalani masa tahanannya, Elly.
(Lihat pula: Dasni Huni Kamar 4 LP Lhokseumawe)
Dasni merupakan mantan Sekda Lhokseumawe. Dalam perkara korupsi yang menggiringnya ke penjara tersebut, ia sebagai pendiri/penasehat YCD. Dua terdakwa lainnya dalam perkara yang sama, Reza Maulana dan Amir Nizam (Ketua dan Sekretaris YCD) adalah anak dan adik kandung Dasni.[]