SUKSES mementaskan naskah teater “Cut Po Marissa”, aktor Cut Tj. berkesempatan mengabadikan momen foto bersama kepala Taman Seni dan Budaya Aceh serta senior Teaterawan Junaidi Bantasyah dan rekan tim. Cut adalah juga Ketua Teater Nol Unsyiah terpilih sebagai salah satu UKM di kampus kebanggaan Aceh tersebut.
Sutradara Beni Arona mengaku cukup puas atas penampilan secara keseluruhan pementasan. Saat dikonfirmasi via WA, Beni menjawab singkat atas pertanyaan penulis terkait penggarapan pementasan kali ini. Proses yang dijalani sejak persiapan awal berjalan normal, tapi ada beberapa kendala, antara lain waktu latihan yang kurang, karena aktor siang kuliah, latihan lebih banyak di malam hari.
Banyak pesan yang bisa diambil dari cerita ini, antara lain bagaimana menjalin hubungan baik antara keluarga, bagaimana memperlakukan perempuan, bagaimana menjaga kepercayaan.
Kurnia Rezeki yang berperan sebagai Maimunah saat di backstage panggung berkesempatan menyampaikan kesan tersendiri atas proses pementasan “Cut Po Marissa”.
Kali ini para aktor didominasi angkatan baru. Selain menjadi tantangan tugas, Kurnia juga merasa garapan di tangan sutradara Beni sekaligus menambah pengalaman keaktoran yang telah dimilikinya.
Penonton mendapatkan pencerahan? atas sebab-akibat tertentu suatu tindakan dalam kehidupan. Cut Po Marissa mengilustrasikan penggalan dialog repetitif sejak awal beraksi yakni kata-kata “ekornya”.