BANDA ACEH – Penyanyi lagu etnik Aceh yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah RI, Rafli mengatakan irama lagu-lagu tradisional di Indonesia tidak ada yang mempunyai 'power' seperti lagu tradisional Aceh.

Rafli menyampaikan hal itu saat menjadi pemateri dalam seminar nasional yang dibuat Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Provinsi Aceh di kantor Bappeda Aceh kemarin, Kamis, 26 November 2015.

Dalam kesempatan itu, pelantun single Seulanga itu turut menceritakan kisahnya mengikuti festival dan melanglang buana di berbagai belahan dunia untuk mengenalkan lagu etnik Aceh.

“Saat itu saya dipercayakan konser di Yukey, Inggris dari 2006 hingga 2015 dan mengikuti festival di Skotlandia. Saat itu hadir 1800 talent pengisi musik dari seluruh dunia. Jutaan orang yang datang menyaksikan festival yang dilakukan secara kontinyu tersebut. Ini menjadi referensi bagi kita untuk menciptakan seni budaya di Aceh supaya lebih bagus lagi,” katanya.

Rafli berkisah, dari 1800 talent yang hadir tersebut, musik Aceh diganjar sebagai bintang lima dan masuk 10 besar yang menerima penghargaan sebagai pemenang.

“Kemudian kami berlanjut ke Glasgow dan menjadi narasumber bicara tentang musik lokal dan banyak sekali mereka bertanya dan menghubungkan dengan Islam dan semakin berenergi kita selaku orang Aceh. Inilah yang menjadi pesan, inilah yang menjadi kekuatan kita, inilah yang menjadi identitas kita, inilah yang menjadi baju kita, menurut saya,” ujar Rafli.

Tak hanya sampai di situ, Rafly yang lebih dikenal dengan nama panggung Rafli Kande itu juga menceritakan pengalamannya saat ke London.

“Kemudian saya berlanjut ke London dan kembali lagi ke Aceh. Intinya saya ingin mengatakan bahwa seluruh yang ada di Aceh punya energi yang sangat fantastis, baik energi musik, film, seni dan apapun itu khususnya dalam bidang seni,” kata Rafli.[]