BANDA ACEH – Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Aceh, Iswadi, optimis Abdullah Puteh mampu memenangkan pemilihan umum kepala daerah sebagai calon Gubernur Aceh periode 2017-2022. Hal tersebut disampaikannya beberapa waktu lalu kepada portalsatu.com dengan mengabarkan mulai merekrut pemuda militan untuk memenangkan suami Marlinda Purnomo tersebut.
Iswadi juga menyebutkan kasus korupsi yang pernah mengganjal Abdullah Puteh berbau politik. Hal inilah yang membuatnya yakin Abdullah Puteh mampu merebut hati warga Aceh di Pemilukada 2017 mendatang.
“Kami menilai Puteh diseret ke pengadilan lebih karena nuansa politik, akibat persaingan dengan tentara. Puteh dulunya memperjuangkan status Aceh agar bisa berubah dari Darurat Militer ke Darurat Sipil (Mei 2004). Kemudian, Puteh malah dituduh melakukan makar,” ujar Iswadi kepada portalsatu.com, Kamis, 3 Maret 2016.
Dia kemudian merujuk kepada penangkapan Said Mustafa, warga Aceh Selatan, yang dituduh mendukung Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk membuktikan Abdullah Puteh melakukan makar. Said disuruh mengaku-ngaku, bahwa Abdullah Puteh ada hubungannya dengan GAM waktu itu,” kata Iswadi.
Iswadi juga beralasan kasus korupsi tersebut bernuansa politis lantaran Ketua DPRD Aceh yang menjabat saat itu tidak dihukum. Padahal menurut Iswadi, secara birokrasi negara dan daerah, gubernur harus mendapat persetujuan dari DPR atau DPRD terlebih dahulu ketika mengadakan barang atau jasa.
“Karena ini kasus politik makanya pihak lain tidak diseret ke ranah hukum. Contohnya, Puteh sendiri yang dihukum 10 tahun, sedangkan Probosutejo yang juga dituduh korupsi besar hanya dihukum 4 tahun. Apakah ini logis kalau bukan kasus politik?,” ujar Iswadi.
Iswadi menilai, banyak hal positif selama kepemimpinan Abdullah Puteh sebagai Gubernur Aceh ini. Salah satunya adalah pembangunan anjungan-anjungan di Taman Ratu Safiatuddin yang dikenal sebagai taman PKA.
“Sehingga sampai saat ini rakyat Aceh masih bisa menikmati kekayaan budaya Aceh. Meskipun mendapat protes dari DPRD waktu itu, Abdullah Puteh tetap konsisten membangun arena tersebut karena penting untuk pelestarian budaya Aceh,” katanya.
Di bidang ekonomi, kata dia, Abdullah Puteh sudah melaksanakan program Gerakan Masyarakat Aceh Darussalam (GEMA-Assalam). Menurutnya program tersebut turut mendongkrak perekonomian rakyat Aceh.