HATAY, TURKI – Dua puluh empat warga sipil Suriah tewas pada Rabu 23 Desember 2015 dan puluhan lainnya luka-luka setelah pesawat tempur Rusia membombardir daerah Turkmendagi dan Jabal al-Akrad, di barat laut provinsi Latakia Suriah, kata sumber lokal kepada Anadolu Ajansi.
Menurut sumber tersebut, Kampung Cumeren, perkampungan di sekitar Latakia telah menjadi target serangan artileri rezim Suriah dan jet Rusia sejak Selasa malam. Rusia memulai operasi udara secara luas di Suriah pada 30 September dengan tujuan mendukung rezim diperangi Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Sementara Kremlin mengatakan, serangan udara tersebut menargetkan posisi yang dipegang oleh kelompok militan Daesh. Beberapa anggota aliansi NATO barat percaya bahwa Rusia menargetkan kelompok yang menentang Assad, termasuk beberapa pihak yang didukung AS dan Turki.
Menurut sebuah laporan yang dirilis Rabu oleh Amnesty International, serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan “ratusan” warga sipil Suriah selama tiga bulan terakhir. Pihak kelompok hak asasi manusia menegaskan, serangan Rusia di Suriah merupakan “pelanggaran kemanusiaan internasional”.
Laporan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Rusia sedang berusaha untuk menutupi pemasangan korban tewas sipil. Laporan ini memberikan bukti bahwa militer Rusia telah menggunakan bom rudal di daerah padat penduduk sipil, sebuah senjata yang dilarang secara internasional.
Amnesty International mengatakan bahwa serangan udara telah menyebabkan kerusakan besar ke daerah pemukiman, perumahan, masjid, pasar dan fasilitas medis, hal yang melanggar hukum kemanusiaan internasional.
Setidaknya 250.000 orang tewas di Suriah sejak konflik dimulai pada awal tahun 2011, menurut angka PBB.[]
Sumber: Anadolu Ajansi (aa.com.tr)