TERKINI
TAK BERKATEGORI

Bocah Cilik Ini Sumbang Isi Celengan Untuk Korban Gempa Pidie Jaya

BANDA ACEH - Usianya mungkin masih terbilang muda. Namun, hatinya sungguh luar biasa. Namanya Quratul Aini, akrab disapa Aini. Bocah kelahiran Lhokseumawe lima tahun lalu…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 497×

BANDA ACEH – Usianya mungkin masih terbilang muda. Namun, hatinya sungguh luar biasa. Namanya Quratul Aini, akrab disapa Aini. Bocah kelahiran Lhokseumawe lima tahun lalu ini rela mendonasikan celengan (tabungan) miliknya untuk membantu korban gempa di Pidie Jaya. Keinginannya ini terbersit saat melihat tangisan dan derita yang dirasakan anak-anak Pidie Jaya korban gempa pada 7 Desember 2016 lalu.

“Keinginan ini lahir dari kesadaran Aini sendiri, bahkan ia terus memaksa saya untuk mendonasikan celengannya kepada korban gempa,” kata Saefuddin, ayah Aini, seperti siaran pers yang dikirim Lazismu PD Muhammadyah Lhokseumawe kepada portalsatu.com, Jumat, 16 Desember 2016.

Menurut Saefuddin, Aini kerap mendesaknya untuk segera menyalurkan sumbangan kepada para korban bencana. Gadis cilik ini bahkan sering menanyakan kapan niatnya tersebut dapat terlaksana kepada sang ayah.

“Abi… Abii, kapan ini celengan Aini kita kasih? Aini sudah tidak sabar, Abi,” kata Saefuddin mengutip permintaan Aini. 

Akhirnya, Saefuddin memenuhi keinginan Aini. Dia kemudian memboyong Aini beserta celengannya ke Lazismu PD Muhammadyah Lhokseumawe pada Jumat, 16 Desember 2016. 

“Hari ini, Aini telah berdonasi melalui Lazismu untuk korban gempa di Pidie Jaya,” kata Divisi Penggalangan Lazismu PD Muhammadiyah Lhokseumawe, Mustaqim.

Apa yang dilakukan Aini tersebut setidaknya menjadi contoh baik bagi publik Aceh saat ini. Hal ini diakui oleh Ketua PD Muhammadiyah  Lhokseumawe, Drs H Baihaqi Muhammad. 

“Insya Allah niat Aini dan donasi menjadi contoh bagi kita semua, bahwa berinfaq itu tidak mengenal usia atau jumlah donasi, mari kita berbagi untuk sesama,” ujar Baihaqi.[]

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar