TAPAKTUAN – Boat nelayan asal Desa Pasie Meukek, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan, Kapal Motor (KM) Satria dinahkodai Anhar alias Buyung Satria dengan dua anak buah kapal (ABK), Samsuar, asal Desa Kuta Baro dan Feri, warga Desa Arun Tunggai Kecamatan Meukek, dilaporkan tenggelam di laut, sekitar 90 mil dari bibir pantai.
Irwan, salah seorang warga Desa Pasie Meukek dihubungi wartawan dari Tapaktuan, Jumat, 2 Desember 2016, malam mengatakan, sejauh ini belum diketahui secara pasti kapan boat yang ditumpangi tiga orang tersebut tenggelam di laut.
Namun, menurutnya, berdasarkan keterangan nelayan setempat, boat yang sudah satu minggu berada di laut mencari ikan ini, diketahui sempat menjalin kontak terakhir dengan awak boat di Pelabuhan Perikanan Ikan (PPI) Pasie Meukek, 27 November 2016, sore. Ketika awak boat di Desa Pasie Meukek hendak menjalin kontak lagi pada 27 November 2016 malam, sudah tidak terhubung lagi.
Sejak saat itulah dinyatakan Boat KM Satria mengalami hilang kontak dengan awak boat di Pasie Meukek. Sehingga keberadaan mereka tidak ada kabar apapun lagi ke daratan, ujar Irwan.
Meskipun sudah hilang kontak, kata Irwana, para nelayan dan masyarakat Pasie Meukek belum begitu yakin kalau Boat KM Satria tersebut telah tenggelam di laut.
Menurutnya, keyakinan masyarakat Pasie Meukek bersama pihak keluarga bahwa Boat KM Satria telah tenggelam ke dasar laut setelah boat nelayan asal Sibolga, Sumatera Utara yang kebetulan sedang melintas di sekitar lokasi menemukan kotak fiber milik KM Satria asal Pasie Meukek terapung di laut, 30 November 2016 lalu. Sementara keberadaan boat KM Satria tidak terlihat lagi di sekitar lokasi penemuan kotak fiber tersebut.
Penemuan kotak fiber tersebut baru dilaporkan awak kapal asal Sibolga kepada panglima laot dan aparat Desa Pasie Meukek, Jumat, 2 Desember 2016, pagi.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan menggelar rapat desa. Dalam rapat desa telah diputuskan bahwa para nelayan bersama masyarakat secara bersama-sama melakukan proses pencarian dengan menurunkan empat unit boat dengan kekuatan personel lima orang masing-masing boat pada Jumat, 2 Desember 2016, sekitar pukul 21.00 WIB, malam, ungkap Irwan.
Dia menyebutkan, empat unit boat milik nelayan Pasie Meukek yang telah diturunkan pada Jumat malam untuk melakukan proses pencarian terhadap para korban masing-masing adalah KM Arafah, KM Masta, KM Firah dan KM Suami Istri II.
Selain empat boat tersebut, pencarian terhadap para korban juga akan dibantu tiga unit boat nelayan asal Pasie Meukek yang saat ini berada di laut mencari ikan.
Pihak Panglima Laot sudah menghubungi awak boat yang sedang berada di laut lepas tersebut untuk segera menuju ke titik lokasi tempat boat KM Satria tenggelam. Dengan cepat datang bantuan diharapkan awak kapal dimaksud masih bisa diselamatkan, karena bisa jadi awak kapal tersebut tidak turut tenggelam bersama boat yang mereka tumpangi karena ada pelampung, kata Irwan.
Kejadian ini, kata Irwan, juga telah dilaporkan aparat desa dan Panglima Laot Pasie Meukek kepada pihak Satgas SAR, Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) dan Polres Aceh Selatan supaya segera memberikan bantuan untuk mendukung dan mempercepat pencarian terhadap para korban.[]
Laporan Hendrik