LHOKSEUMAWE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Blang Bintang Provinsi Aceh mengeluarkan peringatan dini hujan yang disertai angin kencang di sebagian wilayah tersebut.

Kepala Seksi Informasi dan Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang Zakaria, Jumat, mengatakan angin kencang tersebut disebabkan karena adanya pembentuan awan-awan kumulonimbus.

“Akibat tekanan udara di awan Kumulonimbus tersebut tidak menentu, sehingga mengakibatkan terjadinya angin kencang dan kecepatan anginnya bisa mencapai 50 kilometer per jam dan bahkan bisa lebih,” ujar Zakaria.

Zakaria menambahkan, secara umum wilayah Aceh sudah memasuki musim hujan, jadi kemungkinan terjadinya angin kecang akan sering terjadi. Apabila sudah melihat awan yang hitam pekat dan bentuknya menyerupai bunga kol, maka segera mencari tempat perlindungan yang aman.

Bahkan kalau dilihat dari pola angin, diatas langit Kota Lhokseumawe terjadi pengumpulan arus angin atau disebut konvergensi, sehingga awan akan berkumpul serta terjadi perambatan dan terjadinya Kumulonimbus yang menyebabkan terjadinya ketidakstabilan tekanan udara.

“Kalau sudah melihat awan berubah menjadi gelap dan bentuknya menyerupai bunga kol maka segera mencari tempat perlindungan, karena itu merupakan pembentukan awan Kumulonimbus yang bisa menyebabkan angin kencang dan petir serta hujan,” tutur Zakaria.

Tambahnya, berdasarkan pantauan dari satelit, ada beberapa daerah yang sangat berpotensi terjadinya angin kencang, seperti daerah Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Timur, Taming, Langsa dan berpotensi terjadi di daerah-daerah lain juga.

Pada bulan oktober, posisi matahari sudah berada di atas Ekuator atau tepat berada digaris khatulistiwa, sehingga menyebabkan masa udara Asia menuju ke Australia karena ada tekanan rendah di Negara Autralias tersebut.

“Akibat adanya tekanan rendah di Autralia tersebut, juga menyebabkan terjadinya angin kencang di daerah kita,” kata Zakaria.[] sumber: antaranews.com