BANDA ACEH Bank Indonesia (BI) menyarankan Pemerintah Aceh membentuk Forum Aceh di level nasional yang dapat secara intensif merumuskan solusi kongkrit untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
Saran tersebut tertuang dalam hasil Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Aceh Triwulan III 2015, yang diperoleh portalsatu.com dari laman resmi BI, Kamis, 26 November 2015.
Dalam hasil kajian itu, BI mengemukakan beberapa langkah yang dapat dilakukan Pemerintah Aceh untuk dapat menjaga pertumbuhan ekonomi Aceh. Antara lain: pertama, memberikan stimulus perekonomian berupa percepatan realisasi APBA, tren peningkatan pertumbuhan pengeluaran pemerintah terutama untuk proyek pembangunan harus dipertahankan karena merupakan sumber utama penopang pertumbuhan Aceh.
Kedua, merumuskan kebijakan untuk menurunkan defisit neraca perdagangan Aceh. Di antaranya melalui upaya pembuatan model kerja sama perdagangan antardaerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang memprioritaskan pemenuhan komoditas strategis dari Aceh sendiri. Selain itu percepatan pembangunan pabrik-pabrik pengolahan harus dilakukan agar produk dengan nilai tambah yang terbesar berada di Aceh.
Ketiga, melakukan penguatan daya saing daerah. Tren peningkatan ekspor nonmigas Aceh saat ini harus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan melalui upaya, yaitu revitalisasi komoditas perkebunan seperti kopi, CPO, karet, dan kokoa dengan pengelolaan yang terintegrasi sebagai sektor unggulan baru Aceh.