TAIPEI Ketua PA Aceh Besar, Saifuddin Yahya, berjumpa secara resmi dengan Partai Demokrasi progresif (DPP) Taiwan di kantor pusatnya di kota Taipei, Rabu, 6 April 2016. Pertemuan tersebut merupakan momen penting karena DPP merupakan partai pemenang 68 persen suara dalam pemilihan umum dan sekaligus memenangkan posisi Presiden Taiwan di masa mendatang.
Kunjungan ini memenuhi undangan yang disampaikan Fu Jen University yang meminta saya menjadi pembicara pada seminar yang berkenaan dengan pengembangan usaha sosial di Aceh. Mereka meminta saya menyampaikan pengalaman atas inisiatif mantan GAM dalam membangun kawasan pertanian di Aceh Besar, ujar Saifuddin Yahya dalam siaran pers yang dikirim ke portalsatu.com, Kamis, 7 April 2016.
Saifuddin atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Cek mengatakan dalam kunjungan tersebut dirinya difalisitasi untuk bertemu dengan DPP. Hal ini, kata dia, merupakan kesempatan besar untuknya dan juga Partai Aceh di Aceh Besar guna membangun hubungan ke depan.
Terutama PA dapat belajar dari pengalaman DPP dalam memperkuat partainya, kata Pak Cek yang juga bakal calon Bupati Aceh Besar dari Partai Aceh ini.
Pak Cek mengatakan DPP berhasil merebut kepercayaan masyarakat dengan memperkenalkan ide yang hendak diperjuangkan. Menariknya lagi, masyarakat akar rumput berpartisipasi bukan hanya memilih saat pemilu tapi ikut membiayai kegiatan-kegiatan partai.
Sehingga DPP bertanggung jawab penuh dalam mensejahterakan masyarakat, kata Pak Cek.
Sementara itu, perwakilan DPP, Ketty W. Chen, mengatakan partai politik tersebut belajar dari kekalahan di masa lalu.
Dengan keterbatasan keuangan, kami mencoba membangun pendekatan yang lebih inovatif ke masyarakat. Nyatanya masyarakat pintar dan memahami gagasan yang kami sampaikan karena gagasan tersebut berhubungan dengan kepentingan mereka, kata Ketty.