JAKARTA – Sebulan lalu, asteroid 86666 melesat melintas di langit bumi. Asteroid itu melaju dengan kecepatan lebih dari 64 ribu kilometer per jam. Untunglah, asteroid yang ukurannya beberapa kali Stadion Old Trafford milik Manchester United tersebut tak menyerempet bumi. Sebab, jika terjadi, serempetan itu bakal menyebabkan kiamat kecil di planet ini.
Sekitar 65 juta tahun lalu, tumbukan asteroid raksasa dengan bumi menamatkan kehidupan dinosaurus dari muka bumi selamanya. Setiap hari, ada ribuan asteroid yang melintas di atas sana. Para astronom dalam Program Near Earth Object Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) setiap saat memelototi pergerakan asteroid-asteroid itu. Pada 29 November nanti misalnya, ada asteroid besar, 163696, berdiameter sekitar 3 kilometer, bakal mendekati bumi. Untung, lintasan asteroid 163696 masih jauh dari lintasan bumi.
Hanya soal waktu, bakal ada asteroid yang lintasannya berpotongan dengan bumi dan bisa jadi petaka. Tapi ada pula perusahaan yang justru melihat peluang emas di asteroid, Deep Space Industries dan Planetary Resources. Pada pertengahan Juli lalu, Planetary sudah mengirimkan wahana Arkyd-3 Reflight ke antariksa untuk menguji perangkat avionik dan sejumlah teknologi untuk proyek tambang di asteroid.
“Proyek tambang di asteroid mungkin terdengar seperti kisah sains-fiksi. Tapi kami sudah mulai mengirimkan wahana…. Jadi ini bukan kegiatan bisnis yang baru bisa dilihat anak-cucu kalian, tapi kalian bakal menyaksikannya dalam beberapa tahun lagi,” kata Chris Lewicki, Presiden Planetary Resources, seperti dikutip ABC.