LANGSA Setiap ada pensil dan kertas kosong di depannya, mahasiswi ini tak akan membiarkannya menganggur. Jemari tangannya dengan sigap dan gemulai langsung bergerak. Dalam hitungan menit kertas kosong itu terisi dengan aneka doodle art.
Bukan hanya sekedar hobi, sejak awal 2015, ia mulai menjadikan doodle sebagai lahan bisnis. Dengan memanfaatkan media sosial Facebook, Instagram, Twitter dan Tumblr, Fathira Baina, 23 tahun, kini memiliki pelanggan hingga ke Pulau Jawa.
Saya menyadari punya bakat menggambar saat duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar (SD). Bakat itu saya wariskan dari ayah yang seorang pelukis. Hanya saja saya mencoba mengasah bakat itu dengan cara saya sendiri, sehingga bisa menjadi comfort zone, ujar Tira, demikian ia kerap disapa kepada portalsatu.com, via Blackberry Messenger (BBM), Minggu, 17 April 2016.
Awalnya Tira tertarik menggambar ragam karakter princess, hingga mendesain aneka busana. Berlanjut saat SMP, Tira mulai menyukai gambar anime manga, komik Jepang hingga sketsa. Saat awal masuk kampus, Tira juga pernah menggambar personel organisasi kampus di atas spanduk bekas berukuran 5×2 meter.
Konsep yang tawarkan tidak terbatas, sesuai keinginan pelanggan. Namun secara pribadi saya lebih menyukai hitam putih, terlebih sekarang sedang trend monokrom. Saya menjalankan bisnis ini sendiri dan tentunya dengan dukungan keluarga dan teman-teman, ujar mahasiswi jurusan Matematika di IAIN Zawiyah Cot Kala, Langsa ini.
Sebagai penyaluran hobi, Tira juga pernah menggelar event mewarnai doodle art by Katir (Kak Tira) yang didukung RA Al-Marhamah, tempatnya mengajar anak-anak menggambar. Katir merupakan nama singkatannya dalam art.
Gadis berkulit hitam manis ini juga pernah meraih Juara I dalam lomba sketsa wajah Ulama Aceh di Festival Art and Melody 2014 dari sanggar kampusnya. Tidak cukup di situ, pada Februari 2016 lalu, ia juga mengadakan kegiatan #kitamenggambar yang diikuti kawula muda Kota Langsa dengan hobi yang sama di salah satu cafe setempat.
Alhamdulillah kegiatan ini berbuah manis. Satu bulan setelah kegiatan, saya dikontrak pemilik cafe untuk mengerjakan doodle di dinding cafe. Alhamdulillah pekerjaan itu sudah rampung dengan memakan waktu sepekan. Saat ini juga ada tawaran mengajar doodle untuk kelas III di salah satu tempat les Bahasa Inggris, katanya.
Selain hobi menggambar, Tira juga memiliki hobi menulis. Ia sering menuangkan tulisannya dalam blog, fathirabaina.blogspot.com. Untuk menulis Tira belajar dari buku dan tulisan orang lain di geogle. Ia juga tercatat sebagai valounteer di Balee of Education (BoE).
Untuk harga cukup terjangkau, ukuran 5R Rp 55 ribu dan 10 inc Rp 80 ribu. Sementara untuk dinding cafe tergantung sepanjang mana dan tingkat kerumitannya. Biasanya sekitar Rp 500 ribuan lah. Bagi yang berminat bisa kontak ke IG @fathirabaina, katanya sambil menyisipkan senyuman.[](bna)