TERKINI
NEWS

Bener Meriah Termiskin Ketiga di Aceh, Ini Kata Bupati Ahmadi

REDELONG - Bupati Bener Meriah Ahmadi, S.E., mengatakan, kabupaten ini termiskin ketiga di Aceh setelah Gayo Lues dan Aceh Singkil. Menurut data Badan Pusat Statistik…

DATUK HARIS MOLANA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2.6K×

REDELONG – Bupati Bener Meriah Ahmadi, S.E., mengatakan, kabupaten ini termiskin ketiga di Aceh setelah Gayo Lues dan Aceh Singkil.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) RI yang dirilis 3 November 2016, katanya, Kabupaten Bener Meriah menempati urutan ketiga tingkat kemiskinan di Aceh, yakni 21,55 persen.

“Ini menjadi tanggung jawab dan tugas kami di awal masa jabatan untuk mengentas kemiskinan,” kata Ahmadi dalam sambutannya usai dilantik oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di ruang sidang paripurna DPRK setempat, Jumat, 14 Juli 2017.

Namun, kata Ahmadi, data itu perlu dicek ulang lantaran indikator dari BPS dalam pendataan kemiskinan terpaku pada jamban dan lantai rumah warga yang tidak tersemen.

Padahal, kata Ahmadi, di Bener Meriah terdapat sekitar 460 ribu hektare kebun kopi. Angka itu diperkirakan juga setimpal dengan jumlah warga di Bener Meriah. Ini artinya kata mantan Ketua KIP Bener Meriah itu, warganya memiliki 1 hektare kebun kopi perkepala keluarga.

“Warga kita sekarang memiliki kendaraan roda dua hingga tiga unit dalam setiap kepala keluarga, sebagian bahkan memiliki roda empat,” ujar Ahmadi.

Ahmadi mengatakan, jamban dan rumah tidak berlantai semen tak dapat dijadikan indikator tingkat kemiskinan. Pasalnya, gaya hidup warga yang didominasi suku Gayo itu bersifat sederhana dan enggan menunjukkan kekayaan.

Akan tetapi, di masa jabatannya lima tahun ke depan, ia bersama Wakil Bupati Tgk. Sarkawi tetap bekerja keras dan bersinergi antara SKPK dan legislatif guna mewujudkan visi-misi untuk menjadikan daerah itu yang islami, harmoni, maju dan sejahtera.

Pasangan Ahmadi-Tgk. Sarkawi juga berkeinginan agar tahun 2018 mendatang, seluruh masjid di Bener Meriah diisi imam hafiz untuk memimpin shalat lima waktu.

Ahmadi juga berjanji akan segera menuntaskan sengketa tapal batas wilayah dengan Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.

“Itu semua butuh dukungan dari semua pihak, insya Allah kita bisa mewujudkannya,” demikian Ahmadi.[]

DATUK HARIS MOLANA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar