LHOKSUKON Belasan warga Gampong Pante Breuh dan Alue Dama, Kecamatan Baktiya, mendatangi Satuan Reskrim Polres Aceh Utara, Senin, 8 Mei 2017, siang. Mereka mempertanyakan kejelasan kasus dugaan penipuan terkait iming-iming perekrutan tenaga kerja PT. GTA, Aceh Timur.
Kasus itu telah dilaporkan ke Polres Aceh Utara beberapa hari lalu. Sejauh ini sudah lima warga yang melapor, dan dua terduga penipuan diamankan.
Saya ditipu Rp5 juta, saya memberikan uang kepada Us pada 23 Januari 2017. Namun, beberapa warga ada yang sudah kasih uangnya sejak Desember 2016. Kami dijanjikan dimasukkan kerja ke PT GTA, yang merupakan sub dari PT. Medco di Aceh Timur, ujar M. Yusuf, warga Simpang Pante Breuh, Kecamatan Baktiya, ditemui portalsatu.com di Polres Aceh Utara.
Yusuf menceritakan, saban hari Us datang ke warung miliknya. Saat datang dia sering pakai baju kerja warna kuning plus topi bertuliskan PT. Medco. Dia sering bilang ke warga sekitar, bahwa ada lowongan kerja dengan beberapa posisi berbeda. Untuk itu warga harus memberikan uang dengan nominal variasi, sesuai posisi kerja yang diinginkan. Ia mengutip uang antara Rp 1 juta hingga Rp6 juta, ungkap Yusuf dibenarkan belasan warga lainnya.
Yusuf melanjutkan, Dia (Us) sering bilang untuk masuk Satpam Rp5 juta, tenaga skill Rp1,5 juta hingga Rp2 juta dan beberapa posisi lain. Karena butuh pekerjaan kami bayar ke dia. Warga ada yang sudah berikan uang dari Desember 2016, katanya 5 Januari (2017) dipanggil, tapi kabar tak kunjung datang. Kami berikan uang bersamaan dengan surat lamaran kerja yang diminta pelaku. Pada April lalu kami putuskan cek langsung ke PT. Medco, ternyata tidak ada lowongan yang dia janjikan. Yang ada hanya pekerjaan borongan, seperti ikat besi dan ikat batu air.