Perayaan hari raya di Aceh, baik Idul Fitri maupun Idul Adha diwarnai aksi anak-anak yang bertempur di tengah kota. Namun, ada kode khusus dalam perang-perangan mereka. Apa itu?
Anak-anak menenteng senapan atom mainan, berdiri di tepi jalan layaknya menunggu musuh. Mereka sekonyong-konyong menghujani tembakan dengan senjata mainan terhadap anak-anak lainnya yang menumpang mobil bak terbuka. Para bocah yang menumpang mobil pick-up juga memegang senjata mainan dalam posisi siap tembak. Perang terbuka pun tak terelakkan.
Di Lhokseumawe, misalnya, ada beberapa pusat keramaian yang dijadikan pos taktis oleh anak-anak bersenjata mainan aneka jenis. Di pos-pos itulah mereka menunggu musuh yang datang dan menembaki mereka tanpa ampun. Salah satu pos itu adalah di Simpang Pertamina, Lhokseumawe.
Ternyata dalam perang itu ada sebuah kode yang sangat dipegang erat oleh anak-anak. Mereka hanya menembak bocah-bocah lain yang memegang senjata mainan dan berjalan secara berkelompok. Mereka tidak akan menembak orang yang tak bersenjata, karena dianggap bukan lawan dan tidak berbahaya. Itulah etika perang pasukan cilik di Aceh.
Beberapa waktu lalu portalsatu.com sempat melihat penerapan kode perang tersebut dalam perang-perangan itu.
Lebaran tahun lalu, ada seorang anak salah satu penjaga pos di Simpang Pertamina sedang mengutip peluru atom yang berserakan di tanah. Kala itu, ia sendirian karena menjauh dari kelompoknya. Tiba-tiba dari arah pusat kota Lhokseumawe menuju Pantai Ujong Blang lewat sebuah truk. Dalam truk tersebut terdapat belasan anak yang sedang mengacungkan senjata mainan.
Tiba-tiba, seorang anak yang sedang mengutip peluru tadi terhenyak. Tampaknya ia sadar kalau dirinya tak akan sanggup membalas rentetan peluru dari atas truk tersebut. Tanpa pikir panjang, ia pun melempar senjatanya ke tanah dan nyaris jatuh ke selokan. Ia mengangkat tangan sembari berteriak, “Bek timbak, lon hana bude“.
Teriakan bocah yang terkesan memohon ampun itu terdengar melengking. Anak-anak di atas truk seperti dikomandoi untuk menahan tembakan. Namun tak jauh dari itu kontak tembak tak terbendung.