TERKINI
BAHASA

Beberapa Salah Kaprah dalam Berbahasa (Bagian I)

Dalam berbahasa, kita cukup sering menggunakan suatu kata tanpa mengetahui apakah kata yang kita gunakan itu sudah tepat kaidah atau malah sebaliknya. Tidak sedikit pula…

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 544×

Dalam berbahasa, kita cukup sering menggunakan suatu kata tanpa mengetahui apakah kata yang kita gunakan itu sudah tepat kaidah atau malah sebaliknya. Tidak sedikit pula dari kita yang menggunakan suatu kata tanpa mencari tahu kembali makna yang sebenarnya dari kata yang kita pakai, padahal bila kita meluangkan waktu sedikit saja untuk mencari tahu, kemungkinan besar kita tahu bahwa kata yang kita gunakan tidak benar jika dilihat dari segi maknanya. Berikut ini ada beberapa kata yang salah kaprah penggunaannya oleh masyarakat, tetapi masih digunakan secara luas oleh masyarakat.

1. Jemaah
Kata “jemaah” banyak muncul ketika musim haji tiba. Dalam judul sebuah media online, misalnya, tertulis “16 Ribu Jemaah Haji Indonesia Laksanakan Tarwiyah di Mina”. “Jemaah” bermakna ‘kumpulan atau rombongan orang beribadah’.

Jadi kalau tertulis “16 ribu jemaah”, bermakna ada 16 ribu kelompok/kumpulan/rombongan yang beribadah haji. Banyak sekali, bukan? Padahal, yang dimaksudkan dalam tulisan itu adalah 16 ribu calon haji. Jadi, judul “16 Ribu Anggota Jemaah Haji Indonesia Laksanakan Tarwiyah di Mina” tampaknya lebih tepat.

2. Garang – gahar 
Sekilas, garang dan gahar memiliki makna yang berdekatan, yakni berhubungan dengan sesuai yang seram dan galak. Eits, jangan salah sangka dulu. Dalam KBBI, “garang” bermakna ‘pemarah lagi bengis; galak; ganas’. Adapun, gahar bermakna ‘gosok kuat-kuat’, dan “menggahar” bermakna ‘menggosok kuat-kuat supaya bersih’. Nah, berbeda sangat jauh, kan?

3. Meregang nyawa belum mati
Kesalahan yang satu ini tampaknya sudah “mendarah daging” digunakan dalam media massa kita. Banyak yang mengira mati, meninggal, dan tewas bersinonim dengan meregang nyawa. Mari kita perhatikan kutipan berikut, “Terlibat adu jotos, seorang bocah SD asal Sukabumi meregang nyawa di tangan temannya”. Apa itu meregang nyawa?

Menurut KBBI, “meregang nyawa” adalah ‘hampir/menjelang mati’ alias ‘sekarat’. Jadi, dalam kutipan tersebut harus dipastikan dulu, apakah si bocah meregang nyawa (sekarat) atau sampai meninggal dunia. Apakah orang yang meregang nyawa pasti meninggal? Tidak selalu.[]

Sumber: liputan6.com

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar