LHOKSUKON Puluhan warga pedalaman menggantungkan hidup dari mencari batu di dasar sungai kawasan Gampong Blang Pante, Pante Bahagia, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. Namun kendala terbesar terjadi saat air sungai kering.
Untuk upah mengisi penuh bak truck, kami ambil Rp 250 ribu per truck. Kami angkut batu dari dasar sungai dengan menggunakan ban dalam bekas mobil truck besar yang diolah menggunakan tali sebagai pengikat ban, sehingga kuat menahan muatan batu, kata Yusriadi Tanjung, 25 tahun, warga Gampong Blang Pante saat ditemui portalsatu.com, Selasa, 20 Oktober 2015.
Ia mengatakan ban bekas tersebut dibeli dari agen pengantar dengan harga berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu.
Sehari kerja kadang saya memperoleh Rp 200 ribu, kadang juga lebih. Namun saat air sungai kering, penghasilan pun menghilang. Pekerjaan ini cukup berat, tapi dari sinilah kami menafkahi keluarga. Agar lebih ringan maka kami lakukan berkelompok, ujarnya.
Yusriadi mengatakan dulunya pengambilan batu dilakukan di dua titik, yakni di Sarena Maju dan Blang Pante. Namun sejak pengerjaan bendungan berjalan, batu-batu koral itu hanya diambil dari Blang Pante saja.