TERKINI
EKBIS

Batu Koral Jadi Tumpuan Hidup Masyarakat Pedalaman Aceh Utara

"...Kami angkut batu dari dasar sungai dengan menggunakan ban dalam bekas mobil truck besar..."

NUSI P SEURUNGKENG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 4K×

LHOKSUKON – Puluhan warga pedalaman menggantungkan hidup dari mencari batu di dasar sungai kawasan Gampong Blang Pante, Pante Bahagia, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. Namun kendala terbesar terjadi saat air sungai kering.

“Untuk upah mengisi penuh bak truck, kami ambil Rp 250 ribu per truck. Kami angkut batu dari dasar sungai dengan menggunakan ban dalam bekas mobil truck besar yang diolah menggunakan tali sebagai pengikat ban, sehingga kuat menahan muatan batu,” kata Yusriadi Tanjung, 25 tahun, warga Gampong Blang Pante saat ditemui portalsatu.com, Selasa, 20 Oktober 2015.

Ia mengatakan ban bekas tersebut dibeli dari agen pengantar dengan harga berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu. 

“Sehari kerja kadang saya memperoleh Rp 200 ribu, kadang juga lebih. Namun saat air sungai kering, penghasilan pun menghilang. Pekerjaan ini cukup berat, tapi dari sinilah kami menafkahi keluarga. Agar lebih ringan maka kami lakukan berkelompok,” ujarnya.

Yusriadi mengatakan dulunya pengambilan batu dilakukan di dua titik, yakni di Sarena Maju dan Blang Pante. Namun sejak pengerjaan bendungan berjalan, batu-batu koral itu hanya diambil dari Blang Pante saja.

Menurutnya, di Pante Bahagia ada aturan yang harus dipatuhi. Saat terdengar suara gledek atau gluduk di atas gunung, maka aktivitas harus dihentikan. Pekerja atau pengunjung harus segera menjauh dari sungai, jika tidak akan berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa.

“Jika curah hujan di atas pegunungan Bener Meriah tinggi, maka air bah dapat datang tanpa diduga. Di sini memang sudah banyak korban jiwa terseret arus sungai saat air bah muncul, termasuk masyarakat setempat. Tapi jika mematuhi aturan Insha Allah tidak masalah,” kata Yusriadi.

Dami, 29 tahun, salah seorang sopir truck mengatakan, batu koral yang diangkut dari Pante Bahagia memiliki daya jual cukup tinggi. Saat ini harganya berkisar antara Rp 850 ribu hingga Rp 1 juta per truck.

“Untuk kawasan Lhoksukon Rp 850 ribu hingga Rp 900 ribu per truck. Sedangkan untuk wilayah Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye bisa mencapai Rp 1 juta atau lebih. Harga tergantung jarak tempuh,” kata warga Lhoksukon itu.[](bna)

NUSI P SEURUNGKENG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar