IDI RAYEK – Tiga bulan setelah dibangun alias baru seumur jagung, proyek pembangunan jalan dua jalur lintas Medan – Banda Aceh, tepatnya di depan pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur terlihat mulai berlubang.

Amatan portalsatu.com, lubang yang ada di badan jalan kini semakin mengganggu pengguna jalan. Jika pihak terkait tidak segera menanganinya, dikhawatir akan menyebabkan kecelakaan. Salah seorang warga Idi Rayek mengakui hal tersebut.

“Saya lihat jalan itu baru saja dibangun lebih kurang sekitar 3 bulan yang lalu namun kini jalan sudah terlihat rusak, seperti adanya lubang di tengah badan jalan yang sangat  mengganggu pengguna jalan, terutama pengendara roda dua,” ujar Hadi, warga Kecamatan Idi Rayek kepada portalsatu.com, Jumat, 10 Juni 2016.

Dia berharap kepada pihak rekanan untuk  segera merenovasi badan jalan dua jalur itu. “Biasanya jika proyek sudah selesai ada biaya perawatannya apalagi untuk jalan dua jalur ini dengan kucuran anggaran yang lumayan besar, sehingga instansi terkait memiliki kewenangan mendesak rekanan untuk melakukan perawatan sesuai dengan mekanisme,” kata Hadi.

Informasi yang dihimpun portalsatu.com, pembangunan jalan dua jalur yang berlokasi di Panton Labu (Aceh Utara) – Peureulak (Idi Rayek) (Aceh Timur) dalam LPSE Nasional menelan biaya sebesar Rp 20 miliar bersumber dari APBN. Namun kondisi jalan dua jalur itu kini sudah mulai rusak.

“Demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan kita  harap pihak rekanan agar segera memperbaiki, sehingga tidak  mengganggu pengguna jalan, apalagi  kondisi menjelang lebaran nanti dengan pengguna jalan yang padat untuk mudik,” kata tokoh pemuda Idi Rayek ini.

Hingga berita ini ditayangkan belum diperoleh konfirmasi resmi dari pihak rekanan pelaksana proyek, begitu juga dengan dinas terkait.[](ihn)