LHOKSEUMAWE – Dana hibah bantuan sosial (bansos) lainnya—sering disebut dana taktis bupati—dalam APBK Aceh Utara 2016 dilaporkan mencapai Rp10 miliar.

Informasi diperoleh portalsatu.com, mulanya dalam buku rancangan APBK draf I, dana tersebut dialokasikan sekitar Rp5 miliar. Akan tetapi, dalam buku rancangan APBK draf II dan buku APBK 2016 setelah penetapan menjadi sekitar Rp10 miliar.

“Dana itu ditempatkan di DPKKD (Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah). Nomenklaturnya saya tidak ingat, pastinya dana itu semacam hibah atau bansos, misalnya diserahkan oleh bupati kepada fakir miskin, dan warga cacat. Yang jadi pertanyaan, mengapa saat usulan awal hanya 5 miliar, kemudian menjadi sekitar 10 miliar setelah penetapan APBK. Apakah ini ada kaitan dengan tahun politik,” kata satu sumber di DPRK Aceh Utara kepada portalsatu.com, belum lama ini.

Sekda Aceh Utara Drs. Isa Ansari, M.M., mengatakan, dana hibah tahun ini menurun. “Hana. Nye thon nyo ndak ada. Paaaleng le penurunan,” ujar Isa menjawab portalsatu.com, Jumat, 15 April 2016, terkait dana hibah yang ditempatkan pada DPKKD.

Disingung soal dana Rp10 miliar yang kabarnya akan diserahkan bupati kepada warga miskin dan cacat, Isa mengatakan, “O… hibah bansos lainnya. Dana nye istilah ta kheun, pos bupati nyan. Tapi dana nyan meunoe, dadakan. Miseu bak saboh tempat ureung ternyata nyoe… nyoe… nyoe… dipeugot proposal. Nyan ubeut that bayaran jih. Kisaran dua juta, paleng tinggi limong juta”.

Isa menolak anggapan dana bansos lainnya itu mencapai Rp10 miliar terkait tahun politik. “O… nggak. Nye tanyoe hana nyan. Tapi nye perlakuan enteuk terserah kon. Tapi tanyoe tahindarilah, karena nyan pengalaman Sumatera Utara kan,” katanya.

“Malah meunye untuk realisasi, meulon hana roh inan. Bupati langsong geu disposisi ke kabag kesra, sesuai proposal dan mekanisme yang kana,” ujar Isa lagi.

Bupati saja atau juga wakil bupati (wabup?) Menurut Isa, wabup hanya bisa memberikan paling banyak Rp2 juta per proposal. Sedangkan bupati paling tinggi Rp5 juta.

“Wabup pih na. Cuma wabup na batas. Wabup  et batas dua juta, han jeut le  saboh proposal, memang aturan, geubi keu pelimpahan wewenang nyan batasan. Nye pak bupati paleng tinggi limong juta. Meu nam juta han jeut untuk saboh proposal, dan penerimanya tidak boleh orang itu-itu, buleun nyoe ka jih, buleun ukeu jih han jeut le,” ujar Isa.[] (idg)