BANDA ACEH- Banyak pendatang dari seluruh Indonesia baru menginjakkan kaki di kota Madani sejak 8 hingga 12 Oktober 2015 mendatang.
Hal ini dikarenakan Banda Aceh menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Nasional (PIN) Desa/Kelurahan I dan Teknologi Tepat Guna (TTG) XVII di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh, Minggu, 11 Oktober 2015.
Sebelumnya saya sering mengikuti pameran TTG, pernah di Padang, Samarinda, dan kali ini di Banda Aceh dan baru kali ini juga saya ke Banda Aceh, kata Tjetje Jumhana, 45 tahun (red-cece) salah satu peserta asal kota Bandung saat ditemui portalsatu.com di standnya sore tadi.
Tjetje mengakui melihat Banda Aceh ini cukup besar. Tetapi ketika mendapat event yang besar seperti ini, kelihatannya infrastruktur di Aceh belum bisa menampung, misalnya pesawat.
Saya harus mendarat di Medan, baru melalui jalan darat untuk menuju Banda Aceh dikarenakan kehabisan tiket pesawat. Tiket habis sejak 6 hingga 9 Oktober 2015 lalu sudah tidak ada lagi, katanya.
Kemudian hotel semua habis, lanjutnya, sebagian peserta memperoleh hotel hanya karena keberuntungan bisa memperoleh penginapan. Dan saya tergolong orang-orang yang beruntung itu. Saya mendapatkan penginapan di hotel Lading Banda Aceh, katanya sambil tersenyum.
Ia mewakili dari Litbang khusus mineral dan batu bara asal Jalan Sudirman kota Bandung. Kami kesini jauh, karena tadinya kami tidak mendapatkan pesawat langsung kesini jadi harus melewati jalur darat. Barang bawaan saya sudah banyak belum lagi brosur dan souvenir, buku, majalah sehingga untuk membawa sampel tidak bisa dan susah, mungkin kalau tidak transit bisa kali ya,katanya menutup perbincangan. [] (mal)