JAKARTA Berbagai inovasi telah dihasilkan oleh Banda Aceh sehingga kota ini memerima berbagai penghargaan. Dalam kurun waktu 2009-2015, kota di utara Pulau Sumatera ini diakui mampu membenahi layanan umum berkat aplikasi e-Kinerja.
Menurut Executive Director Transformasi, Juni Thamrin, teknologi memang sangat membantu pemimpin dalam menjalankan pemerintahan. Hal tersebut sudah dibuktikan kota-kota maju karena memanfaatkan teknologi, seperti di Stockholm, Swedia.
“Di Stockholm, yang menarik, dinas kebersihan hanya dijalankan oleh 4 orang. Namun, bekerjanya efektif dan kota tetap bersih,” ujar Juni saat paparan e-Kinerja di Jakarta, pekan lalu.
Ia menuturkan, Banda Aceh sempat mengalami musibah tsunami pada 2006 dan menjadi kota yang porak-poranda.
Setelah musibah tersebut, kota ini pun berkejaran dengan waktu untuk membenahi sistem pemerintahan.
Juni menuturkan, jika tidak tegar, tentu Pemerintah Kota Banda Aceh akan terseok-seok mengurangi ketertinggalan dengan kota-kota lain yang sudah membangun.
Namun, ternyata Banda Aceh terbukti mampu melewati tantangan tersebut, bahkan dapat melampaui kota-kota lainnya di Indonesia.
Hal ini bisa dilakukan karena wali kota sudah menyadari perlunya inovasi, salah satunya melalui aplikasi e-Kinerja.