Aceh Tengah – Sabira Hurin Ien, balita 7 bulan, warga Blang Kolak Satu Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, menderita penyakit atresia bilier atau kelainan hati/kelainan pada saluran empedu.
Berdasarkan hasil biopsi (pengambilan sampel jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium) di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangonkusumo (RSCM) Jakarta pada 13 November 2015, hati Hurin membesar dan mengeras dengan sumbatan cairan empedu yang besar dan mengakibatkan pembengkakan hingga pembesaran perut.
Kondisi anak kedua dari pasangan Jeffriza-Cut Linda Marheni itu saat ini terpantau serba menguning, mulai dari mata, tubuh, kencing dan berat badan menurun. Dalam gendongan ibundanya, Hurin terus menangis seolah tak kuasa menahan rasa sakit.
“Kalau kotorannya putih keluar,” kata Cut Linda Maherni kepada portalsatu.com di kediamannya, Selasa, 1 Desember 2015.
Rencana keluarga, katanya, upaya pencangkokan hati dari sang ayahnya akan dilakukan. Saat ini, kata Cut Linda, suaminya itu juga telah mendaftar di RSCM untuk pemeriksaan sekaligus operasi pencangkokan hati untuk Hurin.
Biaya operasi dan pemasangan hati untuk Hurin, kata Cut Linda, pihak keluarga harus mengeluarkan uang hingga Rp1 miliar. Hal itu telah ditanyakan kepada pihak RSUCM.
“Itu belum lagi biaya rutin sekarang untuk susu pregestimil 270 ribu perkaleng. Susu ini satu bulan saja menghabiskan 12 kaleng,” ujar Cut Linda.
Cut Linda berharap Pemerintah Aceh membantunya. “Sekarang baru terkumpul uang sekitar 5 juta, itu sumbangan dari kawan-kawan,” katanya. “Kalau BPJS dari total biaya hanya menyanggupi 250 juta saja,” ujar dia lagi.
Cut Linda juga berharap uluran tangan kaum dermawan untuk membantu biaya pengobatan anak bungsunya itu. “Nomor rekening saya di Bank Mandiri: 158-00-0229526-9 Atas nama Cut Linda Marheni. Nomor HP: 082273582564,” katanya.[]