NAGAN RAYA – Babinsa Posramil Tripa Makmur bersama anggota Yonif 116/GS mengevakuasi warga terkurung banjir di Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, menggunakan perahu karet (LCR), Sabtu (24/10/2015).

Banjir melanda Kecamatan Tripa Makmur akibat meluapnya Sungai Kreung Lamie dan hujan lebat yang mengguyur wilayah itu dua hari terakhir. Letak geografis kawasan Tripa Makmur juga menambah parah keadaan. Semua desa terletak di pinggiran sungai Krueng Lamie. Wilayah ini sering terkena banjir setiap musim hujan datang.

Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com dari Penerangan Kodam Iskandar Muda, air menggenangi hampir seluruh wilayah itu, baik di perumahan penduduk dan jalan-jalan. Sekolah dan pesantren pun tak luput dari genangan air. Tepantau ada dua sekolah yang tergenang imbas banjir, yaitu SMA 3 di Desa Kabu dan MTS di Desa Ujong Krueng.

“Otomatis aktivitas siswa tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, karena siswa tidak dapat berangkat sekolah. Pemenuhan kebutuhan pun terganggu karena warga terkurung di rumah, karena tingginya air yang menggenangi rumah mereka. Tinggi air tercatat 80 cm di perkampungan penduduk dan 40 cm di jalan raya. Akses kendaraan baik roda dua dan empat tidak bisa melintas”.

Aparat Kodim 0116/Nagan Raya, dalam hal ini Posramil Tripa Makmur berupaya mengevakuasi warga yang terkurung di rumah-rumah dengan menggunakan perahu karet serta memberi bantuan mi instan dan beras.

Serma Sulaiman Danposramil Tripa Makmur mengatakan bahwa aparat TNI siap membantu mengevakuasi warga yang terkurung akibat banjir. Diprioritaskan kaum ibu, orang tua dan anak-anak. Selain itu bekerja sama dengan pihak BPBD untuk membuka tenda Posko Darurat Bencana dan dapur umum.

Menurut Sulaiman, pihak TNI dan BPBD terus melaksanakan evakuasi dan pemberian bantuan dari Dinas Sosial Propinsi Aceh yang berupa bahan kebutuhan Sembako.

Aceh Tengah

Sebelumnya, Komandan Kodim (Dandim) 0106/Aceh Tengah-Bener Meriah Letkol Arm Ferry Ismail S.Sos turunkan LCR/perahu karet ke Desa Berawang Baro, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Daerah tersebut terisolir akibat banjir yang menutupi badan jalan, Jumat (23/10/15).

Akibat banjir tersebut sebanyak 118 kepala keluarga (KK) dari masyarakat desa tersebut terisolir. Dua hari terakhir jalan tidak bisa dilewati masyarakat maupun kendaraan di Desa Berawang Baro, Kecamatan Pegasing karena lebatnya hujan sejak pekan lalu.

“Untuk mengatasi hal itu (Jumat), sebanyak 20 aparat Kodim 0106 dari Babinsa Koramil Pegasing dan Koramil Jagong serta Anggota Polsek Jagong Jeget dan anggota FKPPI bersama masyarakat melaksanakan kegiatan mengangkut logistik untuk masyarakat setempat,” ujar Dandim.

TNI juga membantu penyaluran bantuan masa panik dari Pemkab Aceh Tengah kepada masyarakat. Dampak dari banjir tersebut menyebabkan sejumlah warga tak bisa melaksanakan aktivitas, bahkan para siswa tak bersekolah. Sejumlah warga harus mengungsi dan beberapa hektare tanaman produksi pertanian gagal panen.

Di lokasi tersebut turut hadir Dandim 0106/Aceh Tengah-Bener Meriah Letkol Arm Ferry Ismail S.Sos, Wakil Bupati Aceh Tengah Khairul Asmara, Kapolres Aceh Tengah Dodi Rahmawan.[]