JAKARTA – Jelang International Islamic Fair yang digelar sebulan lagi, berbagai kegiatan pre sudah mulai berjalan. Antara lain babak penyisihan Young Muslim Fashion Designer Competition (YMFDC) 2016, yang digelar Jumat pekan lalu di Graha Paramadina, Jakarta dengan menghadirkan tiga juri. Sepuluh finalis lolos dalam seleksi ini.
Dua juri berasal dari anggota Komite IIF, sementara seorang lainnya merupakan stylist, fashion consultant dan juga brand owner salah satu label modest fashion ternama di Indonesia, Aju Isni Karim.
Bertema Touch of Tenun, tenun Bali, tenun Lombok, tenun Sumatera Barat, hingga lurik coba diaplikasikan oleh para partisipan lomba. Ada yang mengaplikasikannya cukup dominan pada dress, adapula yang hanya menggunakannya sebagai elemen dekoratif pada busana atasan maupun bawahan.
Aju Isni Karim mengatakan, mengapa tenun itu sendiri diangkat sebagai tema, hal ini lahir dari semangat IIF 2016 untuk lebih mendekatkan para calon perancang muda Indonesia dengan wastra nusantara.
Hingga pelaksanaan penjurian tersebut, tak kurang dari 32 karya sketsa modest fashion yang dikirimkan oleh para partisipan yang berlatar belakang asisten fashion designer, wirausahawan, mahasiswa, dan pelajar. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang dari Banjarmasin, Bali, Semarang, Bandung, dan tentu saja Jakarta.
Karya yang masuk memang sangat beragam tingkat penyajian konsep desain maupun busananya. Saya melihat ini sebagai antusiasme para peserta yang ingin mengambil bagian dalam mengasah kreativitas mereka di bidang industri modest wear di Indonesia, ujar Aju Isni Karim, melalui siaran pers yang diterima redaksi, Senin, 26 September 2016.
Sementara itu, Magda Safrina, Chairman IIF 2016 berkata, Meski waktu sosialisasi ke berbagai lembaga pendidikan mode dan fashion relatif singkat, namun saya melihat animo yang cukup besar. Realitas ini menggembirakan bagi saya. Mudah-mudahan Young Muslim Fashion Designer Competition yang diselenggarakan oleh IIF pada tahun 2016 ini bisa memberikan kontribusi positif dan signifikan dalam mendorong munculnya desainer-desainer modest fashion baru yang berbakat, berwawasan luas, serta memiliki kemampuan mendesain internasional.
Kesepuluh finalis YMFDC akan menampilkan karya mereka di panggung peragaan busana IIF 2016. Suatu keberuntungan yang luar biasa bagi para finalis karena mereka berkesempatan menaampilkan karya mereka di panggung peragaan busana internasional IIF yang akan dimeriahkan oleh perancang papan atas Indonesia dan manca negara.[]