SUARA merdu Aulia Akbar saat mengumandangkan azan menjadi daya tarik bagi masyarakat Kemukiman Musa untuk salat berjemaah di Masjid Baiturrahmim. Personel Brimob berpangkat Bharada ini kemudian diminta menjadi imam salat di masjid di Desa Musa Teungoh, Kemukiman Musa, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya itu. Masyarakat setempat lantas memanggil personel Kompi 1 Detasemen A Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh tersebut sebagai Imam Brimob.
Aulia Akbar turut mengajarkan anak-anak pengungsi korban gempa di Musa membaca Alquran saban malam usai salat Magrib. Jadi, selain menjadi muazin dan imam salat berjemaah, putra kelahiran Desa Alue Pande, Kecamatan Panga, Aceh Jaya, 6 Juni 1994, itu juga sebagai ustaz atau guru pengajian di Masjid Baiturrahim Musa pascagempa.
Alumni Al-Fityan School Aceh, di Desa Reuloh, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar yang menjadi anggota Brimob sejak 2015 itu sudah hafal 5 juz Alquran.
Sekarang Bharada Aulia Akbar menjadi terkenal di tengah masyarakat Kemukiman Musa dan sekitarnya. Masyarakat memanggilnya Imam Brimob. Ini salah satu hikmah di balik musibah gempa, dan kami akan terus memberikan kontribusi positif untuk rakyat, kata Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol. Norman Widjajadi, S.I.K., melalui Danki 1 Detasemen A Pelopor Satbrimob AKP Iswahyudi, S.H., kepada portalsatu.com, Minggu, 12 Desember 2016.
***
Gempa mengguncang Aceh, 7 Desember 2016, sekitar pukul 05.03 WIB. Kabupaten paling parah mengalami dampak gempa berkekuatan 6,4 SR itu ialah Pidie Jaya. Pukul 07.00 WIB hari itu, (dari Banda Aceh) kami langsung bergerak ke Pidie Jaya. Hari pertama itu fokus ke Meureudu (Ibu Kota Pidie Jaya), ujar Iswahyudi.
Hari kedua, personel Satuan Brimob Polda Aceh yang diterjunkan ke Pidie Jaya itu, dibagi empat lokasi untuk penanggulangan pascagempa. Untuk Kecamatan Bandar Baru, 75 personel Brimob dipimpin Iswahyudi. Mereka membuka Posko Brimob di halaman Masjid Baiturrahim, di Desa Musa Teungoh atau disebut Masjid Musa. Di lokasi itu juga didirikan sejumlah tenda pengungsian dan dibuka dapur umum untuk para korban gempa.
Kubah Masjid Musa menjadi miring dan tampak nyaris ambruk akibat gempa. Bangunan masjid itu juga retak-retak. Dipimpin Iswahyudi, personel Brimob kemudian menghantam salah satu bagian penyangga kubah. Tujuannya agar kubah yang sudah rusak dalam posisi miring itu dapat diturunkan ke bawah. Yang terjadi kemudian, kubah masjid itu menjadi tegak kembali.