BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas prestasi para atlet Aceh pada Pekan Olahraga Nasional ke-19 di Jawa Barat. Pemerintah melalui KONI Aceh memberikan penghargaan berupa bonus kepada para atlet yang telah membawa pulang 8 emas, 7 perak dan 9 perunggu ke Bumi Iskandar Muda.
“Saya bangga dengan capaian para atlet di Bandung. Anda semua adalah pahlawan olahraga yang telah mengukir sejarah baru bagi Aceh,” ujar Muzakir Manaf, saat memberikan bonus para peraih medali PON ke 19 Jawa Barat, di Gedung Olahraga KONI Aceh, Kamis, 6 Oktober 2016. Selain memberikan bonus, Wagub juga menjanjikan untuk menggratiskan biaya pendidikan hingga sarjana bagi peraih medali.
Muzakir Manaf yang juga Ketua KONI Aceh patut berbangga. Pasalnya, perolehan medali atlet Aceh bukan hanya memperbaiki peringkat perolehan medali dari PON ke-18 di Riau pada 2012 lalu tapi juga memecahkan rekor baru. Di PON Riau, Aceh finish pada peringkat ke 25, dan di Bandung Jawa Barat, Provinsi Aceh berhasil menduduki peringkat ke 17. Rekor yang dipecahkan oleh atlet Aceh, adalah meraih medali terbanyak setelah 27 tahun, yaitu pada PON yang digelar di Jakarta pada tahun 1989 dengan perolehan 7 medali emas, 2 perak dan 9 perunggu. Aceh saat itu sukses menembus peringkat 15 besar.
“Hal itu tak lepas dari kerja keras semua pihak. Pertahankan capaian anda. Siapkan diri anda untuk gelaran PON mendatang (di Papua),” ujar Muzakir Manaf.
Wagub menegaskan, ke depan, Pemerintah Aceh akan berkomitmen sepenuhnya untuk meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana olahraga di Aceh sehingga prestasi atlet bisa menjadi lebih baik.
Rekor PON Jabar juga dipecahkan oleh lifter angkat besi putri Aceh, Nurul Akmal. Ia berhasil memecahkan rekor nasional kelas +75 Kg putri PON XIX di Gor Si Jalak Harupat, dengan rekor angkatan clean and jerk dari 132 kg menjadi 133 kg. Selain itu, Fuad Ramadhan atlet atletik Aceh juga berhasil memecahkan rekor nasional. Untuk rekor tersebut, Wagub kembali mengguyur bonus kepada Nurul, yaitu uang tunai Rp 10 juta.
Informasi yang diterima portalsatu.com melalui siaran pers, Jumat, 7 Oktober 2016, untuk rincian bonus kepada para atlet yang memperoleh emas adalah, emas perorangan mendapatkan bonus uang tunai senilai Rp 250 juta dan Rp 300 juta kepada peraih emas beregu. Sementara pelatih diguyur bonus Rp 200 juta. Kepada masing-masing atlet peraih emas, KONI juga memberikan satu unit sepeda motor.