BANDA ACEH — Safirul Islami namanya. Pemuda berusia 28 tahun itu sejak 23 September 2016 lalu memutuskan untuk melakukan perjalanan dari Bekasi, Jawa Barat menuju Sabang, Aceh dengan berjalan kaki.
Lelaki berambut ikal itu melakukan perjalanan dengan seekor anjingnya yang diberi nama Batu. Bukan tanpa alasan ia memutuskan melakukan perjalanan menuju titik Nol Kilometer Indonesia itu.
Saat berbincang dengan portalsatu.com pada Kamis malam, 31 Agustus 2017 di salah satu warung kopi di Banda Aceh. Safirul bercerita, tujuannya melakukan perjalanan tersebut untuk melihat permasalahan bangsa ini yang dinilainya sudah karut marut bagai benang kusut.
“Indonesia masalahnya sudah rumit, jadi semua permasalahan yang sudah ada harus dikembalikan lagi ke 0 (nol), yaitu simbolisnya ke Sabang sebagai titik tersebut,” kata Safirul.
Sudah sebelas bulan ia habiskan untuk menempuh jarak 2.630 kilometer dari kota tempat tinggalnya. Banyak pengalaman yang ia dapatkan selama melewati beberapa wilayah di sepanjang Pulau Sumatera.
“Kalau tanggapan orang bermacam-macam, Bang. Di Sumatera Barat, sebagian warganya sempat paranoid (ketakutan) lihat saya yang kayak gini. Apalagi sewaktu itu lagi marak isu penculikan anak,” ceritanya.
Jika dilihat dari penampilannya, pemuda lulus Sarjana Pendidikan Prodi Pendidikan Kesenian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FKIP UNJ) angkatan 2006 ini, memang terlihat sedikit kumal. Apalagi ditambah dengan tas ransel besar (carrier) yang beratnya sekitar 30 kilogram berisi perlengkapan selama perjalanannya. Sehingga jika orang melihatnya, sebagian akan berpikir dan membayangkan bahwa Safirul adalah seorang gelandangan atau kurang waras.
Bukan hanya itu saja, bahkan sewaktu di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Safirul pernah tidak jadi singgah beristirahat di sebuah rumah makan, dikarenakan dirinya membawa Batu.
“Sewaktu di warung di daerah Mandailing Natal, saya mau makan. Jadi si Batu saya ikat di depan agak jauhan dari warung, tapi dilarang sama yang punya warung,” ungkap Safirul.