TERKINI
OPINI

Arun Dalam Kenangan

Api dari cerobong ladang Arun menerangi sawah kami pada musim ceumeulho malam. Kami tak harus menghidupkan petromak. Kami bisa bermain sampai larut malam sambil membantu…

PORTALSATU Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 896×

Api dari cerobong ladang Arun menerangi sawah kami pada musim ceumeulho malam. Kami tak harus menghidupkan petromak. Kami bisa bermain sampai larut malam sambil membantu seuminteueng.

Sepulang sekolah mengembala lembu, dari Meunasah Meucat sampai ke Jalan Line (jalan EMOI). Sore melihat bus ber AC membawa pulang karyawan ke Bukit Indah. Rerata mereka tak bisa bahasa Aceh. Beberapa orang kampung saya bekerja sebagai satpam, supir dan buruh kontrak. Hidup mereka jauh lebih sejahtera. Sekali kali saya dapat hadiah ikan kaleng dari tetangga yang supir di sana.

Ketika aktif sebagai wartawan dalam masa darurat militer, saya pernah berkali kali menulis tentang ladang gas ini. Suatu ketika saya memasang foto Keude Aron, jaraknya sekitar 50 meter dari pagar Emoi. Juga foto keude Blang Jruen, kedua pasar itu masih berkontruksi kayu tahun 50-an.

Saya menulis bahwa bukti gas Arun tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Gegara tulisan itu Humas EMOI Deva Rahman memprotes saya. Saya juga dikomplain rekan rekan wartawan di Lhokseumawe. Bahkan Humas Aceh Utara secara khusus memanggil dan memprotes. Repetan Deva Rachman berakhir saat saya marahi dia via hand phone. “Kamu kerja sama kafir jangan akal-akal kayak kafir,”. Setelah itu beberapa kawan wartawan menjauhi saya.

Sejak itu saya tak pernah dapat undangan dari Emoi dan PT Arun. Kawan kawan mendapat berbagai pelatihan dari perusahaan Migas itu. Saya tak pernah lagi sampai kini. Cuma asal ada perhelatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) saya pasti ditunjuk sebagai ketua panitia. Sebab Proyek vital akan menyumbang lebih besar. Kata kawan kawan di PWI masa itu karena mereka “takut” sama saya.

Saya kini bahagia ladang gas akan dikelola pemerintah Aceh. Bukan dimiliki oleh Aceh ya. Ini beda. Semoga akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Jangan ulang kisah lama.

Dulu dana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka habis buat menyumpal mulut pejabat di sana. Termasuk menutup mulut wartawan dan organisasi masyarakat di Pase. Semoga kali ini ladang Arun tidak buat mengenyangkan rezim dan kroni kroninya.[**]

PORTALSATU
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar