TERKINI
BLOG

Apa yang Dimaksud Dengan Suku Bunga Negatif?

SUKU bunga merupakan salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi dan menentukan nilai mata uang suatu negara.Seringkali jika ada kebiasan sebuah kebijakan moneter baik itu dovish maupun hawkish, perhatian kita akan…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2.1K×

SUKU bunga merupakan salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi dan menentukan nilai mata uang suatu negara.Seringkali jika ada kebiasan sebuah kebijakan moneter baik itu dovish maupun hawkish, perhatian kita akan tertuju pada isu tersebut. Mengapa demikian? hal ini disebabkan dalam rapat kebijakan moneter bank sentral , tingkat suku bunga akan ditentukan.

Sama halnya, jika ada rilis data ekonomi yang dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga. Data ekonomi merupakan indikasi bagi  kesehatan ekonomi  suatu negara. Suku bunga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi ekonomi di negara tersebut. Jika kondisi ekonomi memang kurang baik, maka bank sentral dapat menetapkan suku bunga negatif.

Suku Bunga Negative

Bank Sentral Jepang menjadi bank sentral negara mata uang mayor kedua–setelah ECB–yang bereksperimen menggunakan suku bunga negatif. Alasannya, kebijakan itu merupakan cara yang efektif untuk mengeliatkan bank-bank komersial yang kurang agresif dalam meminjamkan uang mereka., karena Jepang dilanda deflasi selama 20 tahun terakhir. Hal itu tidak baik bagi pertumbuhan ekonominya.  Bank Sentral Swiss (SNB) melakukan hal yang sama pada tahun 2014 lalu.ketika merespon chaos perekonomian Rusia yang telah mengakibatkan surplus likuiditas di bank-bank Swiss.Selanjutnya Denmark. 

Suku Bunga Negatif akan berdampak buruk pada sektor properti. Bunga kredit yang rendah akan membuat permintaan rumah melejit. Jika persediaan rumah tetap ataupun permintaan rumah lebih tinggi dari penawarannya, maka harga rumah akan melambung sehingga bisa berisiko melampaui daya beli masyarakat yang sesungguhnya. 

Pada  pasar forex, penetapan suku bunga negative akan berdampak pada penurunan permintaan terhadap mata uang negara yang menerapkannya, sehingga nilai tukar mata uangnya melemah. Di sisi lain, kenaikan suku bunga berdampak pada menguatnya nilai mata uang suatu negara, namun pengaruh tingkat suku bunga pada nilai mata uang tidak akan selalu berlaku demikian, apabila suku bunga bank sentral setelah dipublish ternyata di luar ekspektasi pasar. Maka semuanya akan kembali kepada hukum pasar kembali.[]Sumber:inforexnews.com

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar