Oleh Taufik Sentana*
Budaya pop secara historis mulai dikenal setelah perkembangan Eropa lalu meluas ke Amerika. Budaya ini berkembang disebabkan semaraknya media televisi dan menjamur nya ndustri dalam banyak rupa. Ditengarai, berkembangnya budaya pop di Indonesia sekitar/sejak tahun 80an, dan terus berkembang ke tahun 90an -2000an.
Budaya erat kaitannya dengan cipta dan prilaku serta nilai nilai yang dikandungnya. Maka sebutan budaya pop mengindikasikan pada ranah wujud budaya yang dapat dinikmati dan dipersepsi secara massa. Belakangan budaya pop menjelma menjadi budaya massa, wujud budaya yang jamak dijumpai dan dinikmati oleh setiap kalangan dan bahkan melampaui batas georafis. Misal, minuman khas luar negeri, hiburan ala korea, tontotan Holywood, ragam game, budaya sos-med dan sebagainya. Termasuk juga bacaan kita, cara memilih sekolah atau budaya konsumsi kita secara umum, bahkan cara beragama dan berpolitikpun bisa terpengaruh oleh budaya pop ini.
Salah satu karakter pop adalah mudah sekali bergeser oleh waktu. Ia sangat tergantung pada bagaimana citra yang membentuknya. Bila citra akan suatu produk itu kuat dalam benak massa (masyarakat konsumer) maka lamalah produk dan perilaku budaya itu bertahan.