BANDA ACEH – Lagu berbahasa Aceh kini menjadi kabar hangat di antara para seniman, penikmat seni, dan masyarakat umum. Selain menghangatnya polemik lagu jiplak dan pelarangan pertunjukan, ada satu lagi yang menjadi polemik, sebutan lagu Aceh'.
Seorang seniman Aceh, Rusli Arafika bin Abdul Ghani, lebih dikenal dengan Apa Gense, mengatakan selama ini lagu yang paling banyak beredar di Aceh adalah lagu berbahasa Aceh, bukan lagu Aceh, sebab lagu yang khusus Aceh sulit didapatkan.
Hanya sebagian yang dinyanyikan oleh Liza Aulia, Rafly, sedikit lagu Mukhlis Nyawoeng. Syair yang mereka nyanyikan adalah karangan ulama. Selain itu, sebagian besarnya hanya lagu berbahasa Aceh, kata Apa Gense, di Banda Aceh, 9 April 2016.
Apa Gense mencontohkan Bergek yang baru-baru ini menjadi buah bibir di dunia musik Aceh. Bergek, kata Apa Gense, yang menyanyikan lagu berbahasa Aceh, juga patut diangkat jempol karena orang suka pada lagu yang dinyanyikannya, kocak, sehingga dapat menghibur.