BANDA ACEH – Syukriyadin, S.T., M.T., dosen Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh menyayangkan selama ini sering terjadi pemadaman listrik di Aceh.
Hal ini bisa mengakibatkan segala aktivitas masyarakat terhambat, termasuk para pelajar seperti anak sekolah dan mahasiswa bisa terganggu proses belajarnya, kata Syukriyadin saat dihubungi portalsatu.com via telpon, Jumat, 4 Desember 2015.
Menurut dia, jika listrik padam, kalangan akademisi kampus juga merasa terganggu. Misalnya, sedang melakukan penelitian dosen di kampus atau pratikum di lab jadinya bisa terhambat gara-gara listriknya padam. Selain itu, juga bisa merugikan para pekerja di luar, seperti bengkel las, laundry, fotokopi, warnet dan segala macam jenis usaha masyarakat yang mengandalkan listrik, katanya.
Ia mengatakan, jika di negara maju masalah listrik sudah bisa teratasi. Kalau di negara maju sekian menit saja mati listrik pihak PLN ada investasi ganti ruginya kepada masyarakat. Namun kita di Aceh juga harus memaklumi mungkin pihak PLN terjadi gangguan atau layanan sehingga terpaksa memadamkan listrik,ujar Syukri.
Untuk mengatasi masalah listrik tersebut, ia menyarankan agar potensi-potensi pembangkit listrik yang ada di Aceh bisa dikembangkan, seperti mikrohidro, kincir angin dan energi tata surya.[]