BANDA ACEH – Animo masyarakat Kota Banda Aceh dan sekitarnya cukup tinggi untuk menyaksikan film Bulan Terbelah di Langit Amerika. Hasrat tersebut setidaknya terbayar sudah lewat acara nonton bareng yang digelar pada Sabtu malam, 20 Februari 2016 di AAC Dayan Dawood Unsyiah.
Panitia pelaksana, Zulfajri, melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com Senin, 22 Februari 2016 mengatakan, nonton bareng tersebut menjadi acara puncak dari kegiatan yang digelar Komunitas Pecinta Film Islami (KOPFI) Aceh dan HIMAKASI Unsyiah.
Nonton bareng ini digelar dalam tiga sesi berbeda. Sesi pertama dan kedua khusus untuk mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi. Sedangkan sesi ketiga terbuka untuk umum sekaligus diisi dengan bedah film bersama produser dan artis.

Produser Bulan Terbelah di Langit Amerika, Ody Moelya, mengatakan lewat film ini ingin disampaikan pesan jika Islam bukanlah agama teroris.
“Karena Islam merupakan agama yang saling mencintai dan mengahrgai sesame, dengan adanya film ini diharapkan toleransi antarumat beragama akan semakin erat dan harmonis,” katanya.
Sementara itu, Hans de Kraker salah satu pemeran dalam film tersebut mengatakan, film ini bukan hanya ditujukan bagi masyarakat muslim, tapi bagi masyarakat di seluruh dunia.
“Agar kita tidak saling mendiskriminasi satu sama lain dan kita harus menjaga toleransi antar umat beragama,” kata Hans.
Film ini merupakan lanjutan dari 99 Cahaya di Langit Eropa yang diperankan Acha Septriasa sebagai Hanum. Ia mendapat tugas ke Amerika untuk mewawancarai korban WTC di Amerika dan untuk mengubah pandangan dunia bahwa Islam bukan teroris.
Apakah dunia lebih baik tanpa Islam? Pertanyaan itu diungkapkan oleh Philpus Brown, seorang pengusaha kaya raya yang awalnya mengahalalkan segala cara untuk bisnisnya akhirnya berubah setelah di tolong oleh Hussein, salah seorang muslim yang rela mengorbankan nyawanya untuk menolong orang lain pada saat tragedi WTC.
Pada akhir pidatonya saat menrima penghargaan Hero Award, Philpus Brown menjawab sendiri pertanyaanya bahwa dunia lebih baik dengan Islam. Hal tersebut mengubah seluruh pandangan dunia bahwa Islam agama yang damai dan bukan teroris.[](ihn)